SAMARINDA – Setiap hari, ratusan kapal melintas di bawah lima jembatan ikonik Sungai Mahakam. Untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus melindungi konstruksi jembatan, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memperketat sistem pengawasan dengan dukungan CCTV yang beroperasi 24 jam penuh di setiap jembatan.
Pengawasan ini meliputi Jembatan Mahakam I, Jembatan Mahulu di Loa Janan, Jembatan Achmad Amins di Palaran, Jembatan Martadipura di Kota Bangun, dan Jembatan Kartanegara di Tenggarong. Setiap hari, sekitar 200 kapal dipantau pergerakannya, dan seluruhnya wajib mengikuti prosedur navigasi agar tidak terjadi insiden di bawah kolong jembatan.
Senior Manager Wilayah IV PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar, menyebut pemanfaatan CCTV sangat efektif untuk mendeteksi potensi bahaya sekecil apa pun di jalur pelayaran Mahakam.
“Sangat terbantu, sekecil apa pun ancaman bahaya itu ada. Tapi kalau ada tali tongkang putus, itu bukan kewenangan kami,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Selain pengawasan visual, keamanan pelayaran juga diperkuat dengan armada kapal tunda (tugboat) yang siaga 24 jam. Tugboat eskort, towing, hingga asist disiapkan untuk memastikan pengolongan kapal berjalan lancar di jalur sungai yang sempit dan padat.
Meski begitu, Al Abrar menegaskan bahwa urusan beban muatan kapal tetap menjadi kewenangan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda.
Ia menambahkan, operasional pengolongan di bawah Jembatan Mahakam dilakukan sepanjang waktu dengan aturan ketat. “Kapal yang turun bermuatan kami atur saat air pasang, sementara yang naik tanpa muatan bisa kapan saja,” jelasnya.
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S



