Foto: Proyek Terowongan Samarinda di Jalan Kakap. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Meski sempat dijanjikan beroperasi pada 2024, proyek mascusuar Terowongan Samarinda dipastikan molor lagi. Harapan warga untuk menikmati akses baru yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dengan Jalan Kakap harus tertunda lebih lama hingga 2027 mendatang.
Terowongan yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan di kawasan Gunung Manggah itu dipastikan belum bisa beroperasi dalam waktu dekat. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp395 miliar tersebut dilaporkan baru rampung secara fisik mencapai 90 persen.
Dalam proses pengerjaan fisik, Terowongan Samarinda sempat beberapa kali mengalami insiden yang membuat kenyamanan warga sekitar terasa terganggu dan menimbulkan kekhawatiran atas aspek keselamatan proyek tersebut.
Dalam hal ini, Kadis PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa uji keselamatan dan kelayakan struktur terowongan harus dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR sebelum dibuka untuk publik.
“Setelah konstruksi selesai, kami masih harus menunggu tim pusat melakukan uji keselamatan. Proses ini wajib dan menyeluruh untuk memastikan terowongan benar-benar aman dilintasi,” jelas Desy.
Menurutnya, tahapan uji tersebut meliputi pemeriksaan struktur terowongan, pengujian jalur masuk–keluar, hingga simulasi rekayasa lalu lintas. Bahkan, arah operasional yang direncanakan satu jalur pun masih harus melewati penilaian teknis dari tim KKJTJ.
Target Konstruksi Selesai 2025, Operasional 2027
Dalam pengerjaan fisik terowongan, Desy mengungkapkan bahwa konstruksi ditargetkan rampung pada akhir 2025. Setelah itu, pihaknya bisa menyurati pusat untuk melakukan pengujian. Jika seluruh standar kelayakan terpenuhi, lanjutnya, operasional terowongan kemungkinan baru dimulai pada 2027.
“Karena ini uji keselamatan, waktunya tidak bisa kami tentukan sendiri. Kami hanya mengajukan, menunggu tim turun untuk menilai. Jika semua terpenuhi, 2027 sudah bisa difungsikan,” ujarnya.
Desy tidak menampik adanya hambatan teknis yang turut menyebabkan keterlambatan, salah satunya insiden runtuhan pada mulut terowongan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, area tersebut kini sudah diperkuat kembali sebagai satu kesatuan struktur agar memenuhi standar keamanan sebelum masuk tahap penilaian pusat.
“Untuk hambatan ini sudah kita upayakan dengan memperpanjang mulut terowongan, akhir tahun pekerjaan fisik rampung,” ungkapnya.
Terlepas dari itu, keberadaan terowongan Samarinda memang sangat ditunggu oleh masyarakat secara luas. Namun, dorongan percepatan itu tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan yang menjadi dasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pemkot Samarinda sendiri juga berharap seluruh tahapan uji berjalan lancar tanpa kendala lanjutan, sehingga fasilitas tersebut dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi mobilitas warga.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



