Ongkos Angkut Tinggi, Picu Kenaikan Harga Cabai di Samarinda

SAMARINDA — Harga tiga jenis cabai di pasar tradisional Kota Samarinda mengalami kenaikan pada Selasa (13/10/2026), di tengah relatif stabilnya harga mayoritas bahan pokok. Terganggunya distribusi dari luar daerah dan tingginya ongkos angkut menjadi pemicu kenaikan harga komoditas tersebut.

Berdasarkan data perkembangan harga rata-rata bahan pokok Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda per 13 Oktober 2026, cabai merah besar naik 1,4 persen menjadi Rp73.500 per kilogram. Cabai keriting naik 0,4 persen menjadi Rp91.000 per kilogram, sedangkan cabai tiung meningkat 0,1 persen menjadi Rp91.300 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kota Samarinda, Eka Agustina, mengatakan kenaikan harga hanya terjadi pada tiga komoditas cabai tersebut. Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok lain masih bertahan pada harga sehari sebelumnya.

“Yang naik itu cuma tiga komoditas cabai, cabai merah, cabai keriting, dan cabai tiung,” jelas Eka saat ditemui, Selasa (13/10/2026).

Menurut Eka, kenaikan harga cabai tidak terlepas dari ketergantungan Samarinda terhadap pasokan dari luar pulau. Sekitar 85 persen pasokan cabai di Samarinda didatangkan dari daerah lain, terutama Sulawesi dan Jawa.

Baca Juga:   Stok Bahan Pokok di Samarinda Aman hingga Idulfitri

Kondisi cuaca ekstrem berupa gelombang laut tinggi turut memperlambat perjalanan kapal pengangkut. Hambatan tersebut berdampak pada kelancaran distribusi dan meningkatkan biaya pengiriman, yang kemudian memengaruhi harga cabai di tingkat distributor hingga pedagang pasar.

WhatsApp Image 2026 10 13 at 19.17.38 1

“Pengirimannya lambat dan ongkos kirimnya mahal, makanya harganya bisa naik fluktuatif,” ungkapnya.

Di tengah kenaikan harga cabai, harga sejumlah bahan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Komoditas tersebut meliputi beras, daging sapi murni yang berada pada harga rata-rata Rp164.200 per kilogram, daging ayam broiler, minyak goreng, telur ayam broiler, gula pasir, tepung terigu, gas LPG, hingga mi instan.

Sebaliknya, harga bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan masing-masing sebesar 2 persen dan 0,6 persen. Penurunan ini dipengaruhi melimpahnya pasokan bawang di pasaran.

Eka meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kenaikan harga cabai. Menurutnya, kebutuhan cabai rumah tangga umumnya dibeli dalam jumlah terbatas, sedangkan dampak kenaikan harga cenderung lebih terasa bagi pelaku usaha kuliner yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.

Baca Juga:   Pemkot Samarinda Kebut Teras Samarinda Tahap Dua, Anggaran Capai Rp60 Miliar

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena untuk Samarinda yang penting stoknya selalu tersedia,” tegas Eka.

Untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengantisipasi gejolak inflasi, Pemerintah Kota Samarinda juga menggelar pasar murah secara berkala di berbagai kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan.

Pewarta: Abdi
Editor: Nicha R

BERITA POPULER