Kawat Berduri Sambut Demonstrasi, Mahasiswa Nilai Pemprov Kaltim “Membentengi Diri” dari Rakyat

Foto: Tampak pagar tambahan dan kawat berduri di kawasan Kantor Gubernur Kaltim. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Menjelang rencana aksi besar-besaran Aliansi Perjuangan Masyakarat Kaltim pada 21 April, suasana di Samarinda justru lebih dulu mengeras. Para demonstran menyayangkan sikap pemerintah yang “membentengi” kantor pemimpin tertinggi Benua Etam.

Dari pantaun Radar Samarinda, terlihat kawat berduri di sekitar gedung DPRD Kaltim dan kantor Gubernur telah terpasang, dua titik yang akan menjadi pusat konsentrasi massa.

Kamarul Azwan, yang bertindak sebagai jenderal lapangan, mengecam sikap pemerintah yang melakukan persiapan berupa penambahan pagar dan kawat berduri.

“Saya pikir mereka ini lucu, ketika yang datang ini adalah rakyat. Kita ini tuan rumah ditanah kita sendiri, terlalu berlebihan Pemprov dan DPRD ini,” tegasnya.

Dalam aksi ini, ia menyebut jumlah massa dari kalangan mahasiswa diperkirakan menembus seribu orang lebih. Koordinasi lintas kampus telah dilakukan, menandakan aksi ini bukan gerakan sporadis, melainkan terorganisir.

Namun, sikap mahasiswa kali ini juga berubah. Mereka secara terbuka menyatakan tidak lagi menaruh harapan pada pertemuan dengan Gubernur Rudy Mas’ud. Ketidakpercayaan itu lahir dari pengalaman sebelumnya yang dinilai penuh janji tanpa realisasi.

Baca Juga:   Kecuali Batubara, Kewenangan Pertambangan Ditangan Daerah

“Kami tidak perlu bertemu gubernur. Pengalaman yang ada, kami justru merasa dibohongi,” kata Azwan.

Selain Kantor Gubernur, fokus juga diarahkan ke DPRD. Mahasiswa menuntut penandatanganan pakta integritas sebagai langkah konkret untuk menggulirkan hak angket, mekanisme politik yang dapat membuka audit menyeluruh terhadap kinerja pemerintah provinsi.

Seruan pun diperluas, dirinya mengajak masyarakat yang tidak berani mengeluarkan pendapat untuk bergabung dan menyuarakan dalam aksi 214 mendatang.

“Silahkan gaungkan aspirasi, hari ini Kaltim menjadi sorot, tapi bukan prestasi melainkan malu-maluin kita masyarakat. Jangan takut. Kalimantan Timur sedang tidak baik-baik saja,” ujar Azwan.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER