Foto: Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mendorong pengusulan sejumlah tokoh asal daerah ini untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan bahwa upaya ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa para pejuang yang telah berkontribusi besar dalam mempertahankan kedaulatan bangsa, khususnya di wilayah Kaltim.
“Saat ini kami kembali mengusulkan beberapa tokoh perjuangan dari Kaltim agar mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Proses ini memang panjang dan memerlukan bukti sejarah yang kuat serta autentik,” ujarnya usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa, Minggu (10/11/2025).
Menurutnya, sejauh ini sudah ada beberapa tokoh yang diusulkan, di antaranya Sultan Ibrahim Khaliluddin dari Kesultanan Paser, Sultan Alimuddin (Raja Alam) dari Berau, Abdoel Moeis Hassan dari Kutai Kartanegara, Aminah Syukur dari Samarinda, serta Panglima Awang Long dari Kutai Kartanegara.
Kelimanya dinilai memiliki kiprah perjuangan yang signifikan dalam melawan penjajahan maupun memperjuangkan kemerdekaan di wilayah Kaltim.
Dalam hal ini, Andi mengatakan bahwa proses pengusulan, setiap calon Pahlawan Nasional harus melalui verifikasi berlapis.
“Setiap kabupaten atau kota memiliki Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar (TP2G). Usulan dari daerah diverifikasi di tingkat provinsi, lalu diteruskan ke pusat untuk penilaian akhir oleh Kementerian Sosial,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak ada kekeliruan dalam menetapkan sosok pahlawan.
“Kadang ada temuan sejarah baru yang menimbulkan perbedaan pendapat. Karena itu, kami diminta melengkapi bukti otentik seperti dokumen, catatan sejarah, maupun foto-foto yang bisa diverifikasi,” ujarnya.
Sebelumnya, satu tokoh asal Kaltim yakni Mohammad Idris telah berhasil ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2022. Namanya kini diabadikan sebagai Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI).
“Keberhasilan itu menjadi motivasi kami untuk terus melanjutkan perjuangan pengusulan tokoh-tokoh lain,” kata Andi.
Ia berharap, upaya ini tak hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap para pejuang, tetapi juga pengingat bagi generasi muda akan pentingnya semangat kepahlawanan dan nasionalisme.
“Kita ingin semangat mereka tidak berhenti di masa lalu, tapi menjadi inspirasi dalam membangun Kalimantan Timur yang lebih maju dan berkarakter,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



