Kaltim Genjot Swasembada Daging 2027 Lewat PDKT dan Akselerasi Investasi Peternakan

Foto: Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan tercapainya swasembada daging pada tahun 2027. Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim memperkuat dua strategi utama yaitu pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) dan penguatan investasi sektor peternakan.

Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan, kebutuhan populasi sapi untuk memenuhi swasembada daging di Kaltim diperkirakan mencapai 500.000 hingga 600.000 ekor.

Jumlah itu diperlukan untuk menghasilkan sekitar 17.000 ton daging per tahun. Namun, saat ini populasi sapi di Kaltim baru mencapai 60.000 hingga 70.000 ekor.

“Untuk menutup kekurangan populasi tersebut, kami menggunakan dua pendekatan strategis: memperkuat program PDKT dan membuka peluang investasi di sektor peternakan,” ujarnyam

Program PDKT yang berbasis pemberdayaan masyarakat, kata Fahmi, memang memiliki peran penting dalam menumbuhkan produksi daging lokal, namun kontribusinya masih terbatas.

“PDKT diperkirakan hanya mampu menyumbang sekitar 20 persen dari total kebutuhan daging. Sisanya, 80 persen harus dipenuhi melalui investasi, terutama dari pihak swasta,” jelasnya.

Baca Juga:   Rapat Paripurna HUT Kaltim ke-66 Isran: IKN Kebahagiaan Masyarakat Kaltim

Menurutnya salah satu bentuk investasi yang memiliki potensi besar adalah pengembangan peternakan domba. Hewan ini dinilai memiliki potensi tinggi karena daya tahan tubuhnya kuat dan produktivitasnya tinggi.

Meski begitu, Fahmi mengingatkan adanya tantangan berupa risiko penularan penyakit dari domba ke sapi Bali sehingga diperlukan kesiapan langkah preventif yang efektif dan menyeluruh.

“Domba memang potensial, tapi kita harus mengatur jarak antara lokasi peternakan domba dan sapi Bali agar tidak terjadi penularan penyakit,” tegasnya.

Fahmi juga menyoroti persoalan ketersediaan lahan yang menjadi kendala utama dalam memperluas investasi peternakan. Sebagian besar lahan di Kaltim telah dimanfaatkan untuk sektor tambang, perkebunan sawit, dan kehutanan, sehingga ruang untuk pengembangan peternakan berskala besar sangat terbatas.

“Kita memang belum bisa sepenuhnya mandiri, jadi untuk sementara kita masih mendatangkan ternak dari luar daerah. Tapi ke depan, kita tidak ingin terus bergantung,” ungkapnya.

Sebagai solusi, DPKH Kaltim telah menjalin komunikasi dengan Bank Tanah Nasional untuk menyiapkan lahan investasi peternakan dalam jangka panjang.

Baca Juga:   Menelaah Kinerja SKPD Pemprov Kaltim Jelang Tutup Buku: Lamban atau Wajar ?

“Kita sudah berkoordinasi dengan Bank Tanah karena investasi butuh lahan. Ini langkah awal agar target swasembada daging 2027 benar-benar bisa terwujud,” tutup Fahmi.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER