Kabut Asap Diprediksi Bertahan hingga Oktober, DPRD Samarinda Minta Warga Perketat Perlindungan Kesehatan

Foto: Tampak kabut asap di Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Kabut asap yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Samarinda menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini mengingat paparan asap berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, meminta masyarakat tidak menganggap sepele kondisi tersebut.

Warga yang berada di kawasan dengan paparan asap lebih pekat diimbau mengurangi risiko dengan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Celni, perlindungan kesehatan menjadi langkah penting selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Masyarakat juga diminta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mulai mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan asap.

“Kalau daerahnya terkena dampak asap yang lebih banyak daripada di tempat lain, maka wajib menggunakan masker,” ujar Celni.

Ia juga meminta warga tidak menunggu kondisi kesehatan memburuk sebelum melakukan pemeriksaan.

Puskesmas di masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan awal.

Baca Juga:   DPRD Samarinda Dorong Plaza 21 Jadi Kantong Parkir Citra Niaga

Di sisi lain, Celni menilai pemerintah daerah perlu memiliki langkah yang lebih konkret.

Menurutnya, menghadapi kabut asap yang berpotensi berlangsung lama tidak cukup hanya dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.

DPRD Samarinda pun berencana berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta sejumlah instansi terkait untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak kabut asap.

“Besok kita akan bertemu dengan dinas terkait. Kita akan melakukan upaya-upaya apa saja yang bisa dilakukan dan mereka rencananya akan memberikan rencana-rencana yang akan dilakukan dalam satu bulan ke depan sampai krisis ini selesai,” jelasnya.

Pertemuan tersebut, kata Celni, penting untuk menyusun langkah penanganan yang dapat diterapkan selama kondisi kabut asap masih terjadi.

Pemerintah juga diharapkan dapat memetakan kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.

Celni menyebut, berdasarkan informasi yang diterima DPRD dari Dinas Kesehatan, kondisi kabut asap berpotensi masih berlangsung hingga Oktober.

Jika prediksi tersebut terjadi, masyarakat dan pemerintah masih menghadapi periode paparan dalam waktu cukup panjang.

Baca Juga:   Legislator Samarinda Ingatkan Keberadaan Ruko Lama Bukan Penyebab Sepinya Kunjungan Pasar Pagi

“Jadi ada waktu dua bulan untuk kita bersama-sama melakukan penanganan apa yang bisa kita tangani untuk masyarakat dan apa juga yang bisa dilakukan untuk penanggulangannya,” katanya.

Karena itu, Celni mendorong pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan ketika keluhan kesehatan mulai meningkat, tetapi juga menyiapkan langkah pencegahan sejak awal.

Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting, terutama untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap siap apabila terjadi peningkatan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Sementara bagi masyarakat, Celni kembali mengingatkan agar penggunaan masker menjadi kebiasaan selama berada di wilayah dengan paparan asap tinggi.

Warga juga diminta lebih peka terhadap kondisi tubuh dan segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan kesehatan.

DPRD Samarinda, lanjutnya, akan mengawal langkah pemerintah kota dalam menghadapi kondisi tersebut.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kesehatan masyarakat selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Samarinda.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER