Jenis Eksotis dan Bobot Fantastis, Presiden Prabowo Siapkan 13 Sapi Kurban untuk Kaltim dan IKN

Foto: kolase, Presiden RI, Prabowo Subianto dengan tampilan belakang, jenis sapi kurban untuk Kaltim dan IKN. (edit:Abika Ramadhan)

SAMARINDA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 13 ekor sapi kurban untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Idul Adha 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Fadli Sufiani mengatakan, bantuan kemasyarakatan dari Presiden tersebut diberikan untuk 10 kabupaten dan kota di Kaltim, satu ekor untuk Pemerintah Provinsi Kaltim, serta dua ekor tambahan untuk wilayah IKN.

“Alhamdulillah Presiden Prabowo ini sudah tahun kedua membantu bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban ke 10 kabupaten kota di Kaltim. Provinsi juga mendapat satu ekor, jadi total 11 ekor. Kemudian untuk IKN ada dua ekor lagi,” ujar Fadli.

Ia menjelaskan, penentuan masjid penerima bantuan sapi kurban Presiden nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Sementara itu, DPKH Kaltim bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan, seleksi fisik ternak, hingga memastikan sapi yang dipilih memenuhi syarat kurban.

Baca Juga:   Kantor Polresta IKN Berdiri di Lahan 3,24 Hektare, Tahap Awal Dimulai

“Nanti yang menetapkan ke masjid mana itu Biro Kesra. Kalau kami secara teknis melakukan pemeriksaan ternak, kondisi fisiknya, kesehatannya, dan tim kami sudah berjalan,” katanya.

Fadli menyebut, sapi bantuan Presiden untuk tingkat provinsi memiliki bobot mencapai sekitar 1.070 kilogram atau lebih dari satu ton. Sedangkan sapi yang disalurkan ke kabupaten/kota rata-rata berbobot di atas 600 hingga 700 kilogram.

“Bahkan ada juga yang sampai satu ton di wilayah Berau,” ungkapnya.

Menurutnya, sapi-sapi yang dipilih merupakan jenis sapi unggulan dan berukuran besar seperti Simental, Limousin, dan Brahman.

“Jenis sapinya eksotis semua, sapi-sapi besar,” ujarnya.

Sapi kurban tersebut berasal dari berbagai peternak di Kaltim, mulai dari kelompok ternak, peternak mandiri, hingga pelaku usaha peternakan.

Beberapa di antaranya juga merupakan hasil program inseminasi buatan (IB) yang dikembangkan peternak lokal.

“Ini juga ada sapi hasil inseminasi buatan dari petani peternak kita,” katanya.

Fadli menjelaskan, proses pengadaan sapi kurban Presiden dilakukan melalui koordinasi antara Sekretariat Presiden, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, hingga pemerintah daerah.

Baca Juga:   Internet Lebih Stabil Jadi Target Kolaborasi RI–Korea

DPKH Kaltim bersama tim kabupaten dan kota telah melakukan seleksi terhadap sapi-sapi yang memenuhi persyaratan.

“Kami hanya sebatas memfasilitasi sapi dan memastikan kesehatan ternaknya. Untuk pembelian dan negosiasi harga itu kewenangan Sekretariat Negara,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, tim dari Sekretariat Presiden dijadwalkan datang ke Kaltim untuk melakukan proses lanjutan terkait pengadaan sapi kurban tersebut.

Adapun penyerahan sapi kurban bantuan Presiden untuk tingkat provinsi nantinya akan dilakukan oleh Gubernur Kaltim atas nama Presiden RI kepada pengurus masjid yang ditunjuk.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER