SAMARINDA – Aktivitas warga dan arus lalu lintas di Jalan Flamboyan, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, lumpuh total bagi kendaraan roda empat setelah sebagian badan jalan ambles pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 13.00 Wita. Insiden ini terjadi saat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda tengah melaksanakan pengerjaan proyek gorong-gorong sebagai bagian dari program penanganan banjir.
Amblesnya jalan tersebut menyebabkan akses utama ke beberapa kelurahan lain hanya menyisakan ruang sekitar satu meter, sehingga hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Kemacetan panjang tak terhindarkan.
Menurut Nanang, warga sekitar, kemacetan sudah terjadi sejak siang hari hingga menjelang tengah malam. “Waktu hari Sabtu itu, antrian kendaraan penuh di sini. Kami warga sampai jaga jalan sampai jam 12 malam,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (13/10/2025).
Nanang menjelaskan karena kondisi yang sempit, warga terpaksa melakukan penjagaan swadaya selama dua malam berturut-turut untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kecelakaan.
“Ini jalur yang ramai. Kalau sudah begini, yang bisa jalan cuma motor. Mobil harus mutar jauh ke arah Lebakong atau lewat jalur tambang,” tuturnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Samarinda, Ahmad Supriyadi, menjelaskan bahwa amblesnya badan jalan diakibatkan oleh kendaraan berat yang melintas di atas area proyek yang belum sepenuhnya kuat.
“Kejadiannya memang di luar pantauan kami. Ada dua unit truk mixer readymix yang melintas di atas besi bekisting yang belum kuat menahan beban berat,” ungkap Ahmad saat dikonfirmasi di lokasi pengerjaan drainase, Senin (13/10/2025).
Ia menjelaskan, proyek di lokasi itu merupakan pemasangan parit lanjutan ke arah hulu sungai, namun karena kondisi permukiman yang padat dan badan jalan yang sempit hanya sekitar lima hingga enam meter pihak PUPR terpaksa menggunakan sebagian badan jalan sebagai area kerja.
“Beban dua truk tersebut tidak bisa ditahan oleh struktur sementara, akhirnya bekisting yang kami pasang ambruk,” jelasnya.
Pascainsiden tersebut, Dinas PUPR langsung melakukan evaluasi dan mengubah metode pengerjaan untuk meminimalisir risiko ambles kembali.
“Kami ubah metode pekerjaan menjadi sistem modul atas dan bawah. Jadi nanti setelah digali dua sampai tiga meter, modul bawah langsung dipasang, kemudian ditutup dengan modul atas,” kata Ahmad.
Pihak PUPR menargetkan jalur tersebut dapat dibuka kembali untuk kendaraan ringan dalam waktu sekitar lima hari ke depan. Sementara itu, untuk kendaraan besar seperti truk, diperkirakan membutuhkan waktu seminggu lebih.
Selama proses perbaikan, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara bergantian.
“Kami juga atur waktu buka-tutup agar tetap aman,” terang Ahmad.
Ahmad menegaskan bahwa proyek penanganan banjir di Jalan Flamboyan, yang sebelumnya berhasil menurunkan genangan air secara signifikan, akan terus dilanjutkan dengan pengawasan ketat.
“Kami berkomitmen menuntaskan proyek ini secepat mungkin agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R




