Hartono Basuki Sosialisasikan Perda Pendidikan Pancasila di Babulu, Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

BABULU – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Hartono Basuki, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat dengan menghadirkan Umar dan Wasti sebagai narasumber, serta Syaifur yang bertindak sebagai moderator kegiatan.

Dalam pemaparannya, Hartono Basuki menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda, agar mampu menghadapi tantangan sosial dan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

Menurutnya, Perda Nomor 9 Tahun 2023 menjadi payung hukum untuk memastikan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan pendidikan formal maupun di tengah kehidupan masyarakat.

“Pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat. Nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan harus terus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hartono.

Ia menambahkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memahami pentingnya peran bersama dalam menjaga nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Baca Juga:   Jual Motor Tetangga di Medsos, Ya Ketahuan Lah

“Perda ini hadir agar generasi muda kita memiliki karakter kuat, cinta tanah air, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Ini fondasi penting untuk masa depan daerah dan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Umar menilai penerapan nilai Pancasila saat ini memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, terutama di lingkungan keluarga.

“Anak-anak belajar pertama kali dari rumah. Jika nilai toleransi dan saling menghargai sudah diajarkan sejak dini, maka konflik sosial bisa diminimalkan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan narasumber Wasti yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam menjalankan amanat perda tersebut.

“Kesadaran bersama menjadi kunci agar pendidikan karakter berbasis Pancasila tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Editor: Andi Desky

 

BERITA POPULER