Foto: Koordinator Regional Kalimantan Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya dan Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji. (Dok: Instagram Gerindra)
SAMARINDA — Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu, 23 November 2025 di Puri Senyiur Samarinda.
Agenda ini menjadi lanjutan penting setelah Taklimat Ketua Umum di Hambalang dua pekan sebelumnya, sekaligus memperkuat soliditas partai menjelang kontestasi politik lima tahunan.
Rakerda dipimpin langsung oleh Koordinator Regional Kalimantan Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, yang juga anggota DPR RI Komisi V serta mantan Ketua DPD Gerindra Kaltim tahun 2017.
Dalam kegiatan ini, Danang menyampaikan arahan dan pesan Ketua Umum Prabowo Subianto kepada seluruh pengurus dan kader dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Penguatan Struktur dan Konsolidasi Kader
Seluruh anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, termasuk kepala daerah yang merupakan kader partai, turut hadir dalam konsolidasi ini. Rakerda difokuskan untuk memastikan struktur partai di seluruh daerah tetap solid dan siap menghadapi agenda politik 2025–2030.
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa merapatkan barisan dan memperkuat pendidikan politik bagi kader menjadi prioritas utama partai.
“Gerindra wajib memenangkan perhelatan lima tahunan. Konsolidasi dan loyalitas struktur adalah kunci,” ujarnya.
Momentum Rakerda kali ini juga diwarnai bergabungnya dua kepala daerah penting di Kaltim: dr. Aulia Rahman, Bupati Kutai Kartanegara dan Mudiyat Noor, Bupati Penajam Paser Utara.
Keduanya secara resmi diterima sebagai kader baru oleh Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji. Kehadiran mereka disebut sebagai tambahan kekuatan strategis untuk memperluas jaringan dan pengaruh Partai Gerindra di daerah.
“Bergabungnya dua bupati ini menjadi energi baru bagi Gerindra ke depan. Namun kami tetap mengutamakan kaderisasi dan memberi ruang bagi kader-kader senior,” kata Seno Aji.
Selain dua bupati tersebut, beberapa tokoh lain juga hadir sebagai tamu undangan, seperti Bupati Mahakam Ulu Angela serta mantan calon Bupati Berau, Madri Pane. Seno menegaskan bahwa mereka hadir tidak dalam kapasitas sebagai kader baru.
Arah Gerindra Kaltim ke Depan
Rakerda ditutup dengan laporan masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan arahan akhir dari Ketua DPD Gerindra Kaltim. Seno Aji memastikan bahwa naturalisasi politik atau perekrutan figur baru akan terus dilakukan, selama sejalan dengan perjuangan partai.
“Gerindra terbuka bagi siapa pun yang memiliki komitmen perjuangan, tetapi kami tetap menjaga keseimbangan dengan memberikan kesempatan utama kepada kader senior,” tegasnya.
Dengan soliditas yang semakin menguat dan masuknya dua kepala daerah baru, Gerindra Kaltim optimistis dapat memperkuat posisinya dalam peta politik regional maupun nasional.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



