Foto: Kedatangan Jamaah Haji di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Andrie Aprianto/MK)
SAMARINDA – Jumlah jemaah haji asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026 mengalami peningkatan.
Hingga kedatangan kloter kedua di Embarkasi Balikpapan, tercatat enam jemaah asal Benua Etam wafat di Tanah Suci.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim, Mukhlis Hasan, menyebut angka tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat empat jemaah meninggal dunia.
“Kalau tahun kemarin Kalimantan Timur empat orang, tahun ini menjadi enam orang,” ujar Mukhlis, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, keenam jemaah tersebut berasal dari beberapa daerah di Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, hingga Penajam Paser Utara.
Sementara jika dihitung berdasarkan Embarkasi Balikpapan secara keseluruhan, jumlah jemaah wafat mencapai sembilan orang.
“Untuk Kaltim ada enam, tetapi kalau Embarkasi Balikpapan totalnya sembilan jemaah,” jelasnya.
Mukhlis menegaskan bahwa faktor kesehatan masih menjadi penyebab utama wafatnya jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan, ditambah penyakit bawaan, menjadi kombinasi yang cukup berisiko di tengah padatnya aktivitas ibadah.
“Sebagian karena sakit, kelelahan, ada juga serangan jantung serta penyakit bawaan,” katanya.
Menurutnya, tantangan kesehatan jemaah masih menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim haji.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kelayakan kesehatan atau istitaah sebelum keberangkatan.
“Kendala utama memang masih di kesehatan jemaah, terutama istitaah-nya,” ujarnya.
Selain kondisi kesehatan, cuaca ekstrem di Arab Saudi juga turut memengaruhi daya tahan jemaah.
Suhu udara yang mencapai sekitar 47 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Tahun ini panasnya cukup ekstrem, sekitar 47 derajat. Ini tentu sangat berpengaruh pada kondisi fisik jemaah,” tambahnya.
Meski demikian, kondisi jemaah yang mulai kembali ke Tanah Air secara umum dilaporkan dalam keadaan baik.
Pada kloter pertama yang telah tiba di Balikpapan, tidak ditemukan kasus kesehatan serius berdasarkan pemantauan petugas kesehatan.
“Saya sempat berkomunikasi dengan petugas kesehatan, dan alhamdulillah kondisi jemaah yang sudah tiba dalam keadaan baik,” ucap Mukhlis.
Proses pemulangan jemaah haji Kaltim sendiri masih terus berlangsung melalui Embarkasi Balikpapan.
Setelah kloter pertama tiba pada 7 Juni, kloter kedua kembali mendarat pada Selasa pagi dengan jumlah sekitar 360 jemaah, mayoritas berasal dari Balikpapan dan sebagian kecil dari Kutai Kartanegara.
“Kloter kedua ini berjumlah 360 jemaah, sebagian besar dari Balikpapan,” jelasnya.
Sebelumnya, kloter pertama juga membawa sekitar 360 jemaah, yang didominasi asal Samarinda, ditambah dua jemaah mutasi dari luar daerah.
Setibanya di embarkasi, seluruh jemaah menjalani proses penerimaan, pemeriksaan barang bawaan oleh Bea Cukai, serta pemeriksaan kesehatan bagi yang membutuhkan.
Meski demikian, prosedur kepulangan disebut tidak seketat saat keberangkatan ke Tanah Suci.
“Tidak seketat saat pemberangkatan,” kata Mukhlis.
Ia menambahkan, proses pemulangan jemaah haji Kaltim akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Kloter terakhir dijadwalkan tiba pada 30 Juni mendatang di Embarkasi Balikpapan.
“Pemulangan masih akan terus berjalan sampai kloter terakhir pada akhir Juni,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



