Foto: Terowongan Samarinda Jalan Alimuddin dan Jalan Kakap, Kota Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Alimuddin dan Jalan Kakap, Kota Samarinda, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul rencana penambahan anggaran yang cukup besar.
Proyek infrastruktur strategis tersebut disebut memerlukan tambahan dana sekitar Rp90 miliar untuk penyelesaian pekerjaan lanjutan.
Sebelumnya, proyek Terowongan Samarinda telah dialokasikan anggaran sekitar Rp395 miliar dan dinilai mencukupi untuk pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan.
Namun, dalam proses pengerjaan, muncul sejumlah kebutuhan teknis yang menyebabkan adanya penambahan biaya.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim, menyampaikan bahwa rencana tambahan anggaran tersebut menjadi perhatian serius pihak legislatif.
Ia menjelaskan, sebelumnya proyek ini juga telah menerima tambahan dana sekitar Rp32 miliar yang digunakan untuk memperpanjang struktur inlet dan outlet terowongan guna memperkuat konstruksi.
“Jika kembali ditambah Rp90 miliar, maka total tambahan anggaran mencapai sekitar Rp122 miliar. Ini yang kami pertanyakan, karena penguatan struktur sebelumnya sudah dirancang untuk mengantisipasi potensi longsor di sisi kanan dan kiri inlet,” ujarnya.
Menurut Deni, dengan adanya penguatan konstruksi tersebut, kebutuhan anggaran tambahan seharusnya dapat diminimalkan.
Ia menyebut, rencana penggunaan dana tambahan salah satunya untuk pekerjaan penanganan longsor atau regrading di area inlet terowongan.
DPRD pun telah meminta penjelasan langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda terkait kebutuhan anggaran tersebut.
Dari hasil komunikasi awal, pihak PUPR belum dapat memastikan apakah tambahan dana itu telah masuk dalam perencanaan Anggaran Tahun 2026.
“Kami meminta dilakukan pengecekan terlebih dahulu terkait ketersediaan alokasi anggaran pada tahun 2026 untuk pekerjaan tambahan ini,” jelasnya.
Selain persoalan pembiayaan, DPRD juga menyoroti aspek teknis pembangunan, khususnya terkait spesifikasi kekuatan struktur terowongan.
Penjelasan tersebut dinilai penting guna memastikan standar keselamatan terpenuhi sebelum terowongan nantinya difungsikan untuk masyarakat.
DPRD Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek pembangunan terowongan agar berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi penggunaan.
“Yang jelas kami pasti mengawal dan memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai dengan rencana, dan kebutuhan berdasarkan kondisi realita,” tutupnya.
Penulis: Hadi
Editor: Andi Desky



