DPRD Samarinda Bidik PAD Rp1,5 Triliun, Beban Masyarakat Jadi Perhatian

Foto: Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda Ahmad Vananzda . (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA- DPRD Kota Samarinda melihat peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027 hingga mencapai Rp1,5 triliun. Angka tersebut lebih tinggi sekitar Rp300 miliar dibandingkan proyeksi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang berada di kisaran Rp1,2 triliun.

Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda Ahmad Vananzda mengatakan, target Rp1,5 triliun masih merupakan proyeksi dari pihak legislatif. Angka tersebut nantinya akan diuji kembali melalui pembahasan anggaran bersama Pemkot Samarinda.

“Jadi kita punya proyeksi kalau DPRD kota itu punya proyeksi kurang lebih Rp1,5 triliun,” ujarnya.

Menurut Ahmad, optimisme tersebut tidak muncul tanpa dasar. DPRD melihat tren PAD Samarinda yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi itu menunjukkan masih adanya ruang untuk mengoptimalkan sejumlah sumber pendapatan daerah.

Sektor pajak daerah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menjadi beberapa sumber yang dinilai masih dapat digali secara lebih maksimal.

Meski demikian, peningkatan PAD tidak boleh hanya mengandalkan penambahan beban kepada masyarakat.

Baca Juga:   Nilai TKA Matematika dan Bahasa Indonesia Rendah, DPRD Samarinda Soroti Kualitas Pembelajaran

Ahmad menekankan, kebijakan peningkatan penerimaan harus tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga.

Pemerintah daerah, menurutnya, perlu memastikan optimalisasi pajak dilakukan secara proporsional.

“Jangan terlalu besar. Agar kiranya masyarakat itu enggak terbebani dengan pajak-pajak itu,” katanya.

Perbedaan proyeksi PAD tersebut selanjutnya akan dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda bersama Pemkot. Pembahasan akan menjadi ruang untuk mengukur kembali potensi penerimaan dan menentukan angka yang paling realistis untuk dimasukkan dalam APBD 2027.

Selain PAD, DPRD juga akan mencermati perkembangan Transfer ke Daerah (TKD). Komponen tersebut dinilai turut menentukan kemampuan fiskal Samarinda dalam membiayai berbagai program pembangunan pada tahun mendatang.

Ahmad berharap seluruh komponen pendapatan dapat dipastikan sebelum nota kesepakatan APBD 2027 ditandatangani. Menurutnya, kepastian angka sejak awal penting agar tidak terjadi perubahan besar setelah kesepakatan anggaran dibuat.

“Jangan sampai nanti sudah nota baru ada perubahan-perubahan,” tegasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER