Disdag Samarinda Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman

SAMARINDA — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), di wilayah Kota Tepian tetap aman. Pun pergerakan harga komoditas pangan masih berada dalam batas wajar. Samarinda dinilai memiliki ketahanan stok yang baik dan terlindung, dari lonjakan inflasi ekstrem.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menyebut berdasarkan hasil rapat rutin evaluasi pengendalian inflasi mingguan, Kota Samarinda tidak masuk ke dalam jajaran wilayah yang mengalami kenaikan harga signifikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Tekanan inflasi yang cukup tinggi di Kaltim justru lebih dirasakan di kawasan Mahakam Ulu, akibat tantangan jalur transportasi dan distribusi.

“Samarinda itu tidak masuk dalam hal yang kenaikan harganya sangat signifikan,” kata Nurrahmani, Senin (21/9/2026).

Pemerintah Kota Samarinda memprioritaskan ketersediaan stok barang di pasaran agar kebutuhan dasar masyarakat selalu terpenuhi. Hingga kini, tidak ada satu pun komoditas bahan pokok penting yang mengalami kelangkaan total maupun kekosongan pasokan di pasar-pasar tradisional.

“Yang paling penting menurut kami, barang-barangnya ada semua di sini,” ujarnya.

Baca Juga:   Akademisi Ingatkan Bahaya Peran Pengusaha dalam “Serangan Fajar” Jelang Pilkada

Meskipun Samarinda bukan merupakan daerah produsen pertanian utama, aliran barang dari distributor tetap lancar dan terjaga. Kondisi ini terjadi karena daerah-daerah penyangga di sekitar Samarinda juga mengandalkan pasokan dari kota ini, sehingga perputaran ekonomi dan serapan pasar dinilai sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha.

“Daerah lain ngambilnya di Samarinda, distributor merasa pasarnya ada yang membeli,” jelas Nurrahmani.

Mengenai fluktuasi harga beberapa komoditas, Nurrahmani menyebut kenaikan cabai dipengaruhi oleh faktor cuaca kemarau panjang di daerah sentra produksi luar pulau. Keterbatasan pasokan dari daerah asal menyebabkan pembagian kuota pengiriman terbagi ke beberapa wilayah, meski nilainya dinilai masih dalam batas logis.

“Kalau cabai itu karena kemarau, pasokannya dari luar pasti terbagi,” ucapnya.

Selain cabai, pergeseran harga juga sempat terjadi pada komoditas telur ayam usai momen perayaan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi. Kenaikan tersebut relatif tipis, yakni hanya berkisar seribu rupiah per piring di tingkat modal distributor.

“Kenaikannya sekitar seribu rupiah satu piring, tidak terlalu heboh kenaikannya,” tuturnya.

Baca Juga:   Soal Penemuan Mayat di Apotek, Pihak Keluarga Nilai Banyak Kejanggalan

Untuk pasokan beras, Disdag terus berkoordinasi secara intensif dengan Perum Bulog guna memastikan cadangan pangan utama tetap mencukupi. Dari hasil komunikasi berkala, cadangan beras yang dikelola Bulog diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan.

“Bulog selalu menyampaikan untuk tiga bulan ke depan posisinya aman,” terangnya.

Guna menstabilkan harga komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng Minyakita, Disdag juga mendukung pembukaan jaringan agen mitra Bulog di pasar rakyat, termasuk di Pasar Merdeka. Sistem kemitraan ini diterapkan demi mengawasi agar para pedagang menjual bahan pokok bersubsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Kenapa harus mitra, supaya harganya bisa dikendalikan sesuai dengan HET,” jelas Nurrahmani.

Pewarta: Abdi
Editor: Muhammad Rafi’i

BERITA POPULER