Apel Perdana Pascaleberan, Gubernur Kaltim Tekankan Serapan Anggaran hingga Perang Lawan Hoaks

Foto: Halal bihalal di lingkungan Pemprov Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) usai cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum bagi Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud untuk mengingatkan kembali arah kerja birokrasi.

Tidak hanya soal disiplin pascalibur panjang, tetapi juga tuntutan kinerja yang lebih terukur di tengah kebijakan efisiensi dan derasnya arus informasi digital.

Dalam apel yang digelar Senin (30/3/2026), Rudy menegaskan bahwa semangat Idulfitri seharusnya tidak berhenti pada seremoni saling memaafkan, melainkan diterjemahkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Momentum Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah. Semangat ini harus kita wujudkan dalam pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tegas Rudy.

Ia menyebut apel perdana ini sebagai titik awal bagi ASN untuk kembali bekerja dengan standar yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi periode yang menuntut birokrasi bekerja lebih fokus dan menghasilkan dampak nyata.

Baca Juga:   Gubernur Kaltim Serukan Refleksi dan Kolaborasi pada HUT ke-68 Provinsi Kaltim

“Apel perdana ini menjadi titik awal untuk kembali bekerja dengan semangat baru, disiplin yang lebih kuat, serta tanggung jawab yang lebih tinggi,” ujarnya.

Salah satu sorotan utama gubernur adalah persoalan klasik birokrasi daerah yakni serapan anggaran. Rudy secara terbuka mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak lagi lamban dalam merealisasikan program kerja.

“Tahun 2026 menuntut kita bekerja lebih fokus, efektif, dan berdampak. Setiap perangkat daerah harus memastikan anggaran yang telah direncanakan dapat terserap dengan baik, tepat waktu, dan tepat sasaran,” katanya.

Penekanan ini menjadi penting di tengah dorongan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah. Rudy menegaskan efisiensi tidak boleh dijadikan alasan turunnya kualitas pelayanan maupun kinerja aparatur.

“Efisiensi tidak boleh menurunkan kualitas kinerja. Justru kita dituntut lebih kreatif, inovatif, dan produktif untuk mencapai hasil maksimal,” ujarnya.

Selain soal anggaran, Rudy juga menyoroti tantangan baru birokrasi di era digital, yakni disrupsi informasi dan maraknya hoaks. Ia meminta ASN tidak sekadar menjadi pelaksana administrasi, tetapi juga penjaga kepercayaan publik.

Baca Juga:   BUMD Kaltim Bakal Dapat Suntikan Modal Rp55 Miliar Pada APBD-P 2025

“ASN harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegasnya.

Dalam aspek pelayanan publik, gubernur menekankan perlunya reformasi berkelanjutan agar layanan pemerintah semakin cepat dan transparan.

“Kita harus terus berbenah memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan responsif,” katanya.

Rudy juga kembali menegaskan fokus pembangunan Kalimantan Timur tetap bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan serta penguatan konektivitas wilayah lewat pembangunan infrastruktur, terutama jalan.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah menghilangkan ego sektoral yang kerap menjadi hambatan implementasi program.

“Kami meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara sinergis, menghilangkan ego sektoral, serta memastikan setiap program berjalan efektif dan saling mendukung,” ujarnya.

Menutup arahannya, Rudy mengajak seluruh ASN menjadikan momen pascaleberan sebagai energi baru dalam bekerja, bukan sekadar kembali ke rutinitas lama.

“Mari kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Baca Juga:   Dinkes Pantau Kesehatan Calon Jamaah Haji yang Akan Berangkat 25 Mei 2023

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER