Andi Harun Sentil Legislator Dapil Samarinda Yang Diduga Alokasikan Pokir Ke Daerah Lain

Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melontarkan sindiran keras kepada anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) daerah pemilihan (dapil) Samarinda yang diduga tidak mengalokasikan pokok-pokok pikiran di Kota Tepian.

Orang Nomor Satu di Ibukota Provinsi ini meminta agar seluruh pokir wakil rakyat dari dapil tersebut ditempatkan sepenuhnya di Kota Samarinda. Menurutnya, menempatkan pokir di luar daerah pemilihan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap suara rakyat yang telah memilih mereka.

“Enggak boleh dong kita khianati suara masyarakat. Dipilih oleh orang Samarinda, tapi pokirnya ditaruh di daerah lain,” kata Andi Harun, Rabu (21/1/2026) malam.

Pernyataan Wali Kota ini muncul di tengah penurunan tajam Bankeu Provinsi Kaltim ke Samarinda pada 2026. Dalam kondisi fiskal yang menyusut, pokir wakil rakyat menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan daerah.

“Intinya, saya masih agak penasaran, ada enggak anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda yang tidak taruh pokirnya di Samarinda,” tanya Andi Harun.

Baca Juga:   Tumbuk Movement Gelar Mimbar Bebas

Dalam hal ini, Andi Harun menegaskan, pembagian pokir yang sebagian alokasi diberikan ke luar dapil tetap tidak dapat dibenarkan. Sebab, seluruh suara yang diperoleh legislator berasal dari pemilih Samarinda.

“Taruh 10 di Samarinda, 5 di luar saja itu sudah salah. Karena tidak ada kontribusi suara dari daerah lain,” katanya.

Ia menyebut, jika seluruh anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda menempatkan 100 persen pokir di wilayahnya, maka mereka layak mendapat apresiasi publik. Sebaliknya, jika ditemukan sebaliknya, penilaian sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat.

“Pemilihan lima tahun sekali. Kalau masyarakat menemukan jejak itu, biarlah rakyat yang menilai,” ujarnya.

Ia bahkan secara terbuka meminta media dan publik untuk menelusuri apakah ada anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda yang tidak menempatkan pokirnya di kota ini. Meski mengaku informasi tersebut masih sebatas rumor, Andi Harun menilai isu ini perlu dibuka ke ruang publik.

“Kalau ada, tolong laporkan ke masyarakat. Bukan ke saya. Masyarakat harus tahu, mereka dipilih oleh Rakyat Kota Samarinda tapi kemudian memperjuangkan di tempat lain,” ujarnya.

Baca Juga:   Politani Samarinda Wisuda 410 Mahasiswa

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER