ISBI Kaltim Resmi Miliki Satker, Pemprov Siapkan Beasiswa dan Dorong Pembangunan Kampus Baru

Foto: Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalimantan Timur (Kaltim), Dasmiah, memastikan perkembangan signifikan terkait keberadaan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim.

Setelah melalui perjuangan panjang sejak 2012, ISBI Kaltim akhirnya memiliki satuan kerja (satker) resmi yang membuka jalan bagi penguatan institusi tersebut sebagai pusat pendidikan seni dan budaya di Kaltim.

“Alhamdulillah, saat ini ISBI sudah keluar satkernya. Ini perjuangan panjang bertahun-tahun. Dengan adanya satker, kita berharap ISBI Kaltim bisa menjadi institusi seni budaya yang menyokong Kalimantan Timur, terutama di bidang budaya,” ungkap Dasmiah.

Dasmiah menyebut keberadaan ISBI sangat strategis untuk menjawab kebutuhan daerah akan tenaga pengajar muatan lokal (mulok), terutama bidang seni, musik, tari, kriya, dan etnomusikologi. Beragam program studi tersebut diharapkan dapat melahirkan lulusan yang mampu memperkuat pelestarian budaya daerah.

“Kita ini kekurangan guru mulok. Dengan adanya jurusan musik, etnomusikologi, dan kriya termasuk kriya Dayak, lulusannya nanti bisa membantu memenuhi kebutuhan itu,” jelasnya.

Baca Juga:   Retribusi Daerah Samarinda Jadi Sorotan DPRD, Banyak OPD Dinilai Belum Maksimal

Ia menegaskan bahwa ISBI Kaltim juga menjadi representasi seluruh provinsi di Kalimantan dalam hal pendidikan seni budaya.

Saat ini kegiatan perkuliahan ISBI masih berlangsung di Museum Mulawarman, Tenggarong. Namun, pembangunan kampus baru akan segera direalisasikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.

Dalam hal pembangunan, Pemprov Kaltim telah menghibahkan lahan seluas 30 hektare di Tenggarong Seberang sebagai lokasi pembangunan tersebut.

“Lahannya sudah kita hibahkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi. Tinggal menunggu realisasi pembangunan dari pusat,” kata Dasmiah.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga menjamin seluruh biaya pendidikan mahasiswa ISBI melalui beasiswa kerja sama. Selain kuliah gratis, mahasiswa dari daerah pedalaman seperti Kutai Barat dan Berau memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp 1 juta per bulan.

“Semua diberikan melalui skema kerja sama. Ada living cost satu juta per bulan untuk mahasiswa dari pedalaman agar mereka tetap bisa berkembang,” ujarnya.

Meski ISBI merupakan perguruan tinggi negeri, penerimaan mahasiswa masih memberi kelonggaran batas usia hingga 24 tahun. Hal ini berbeda dengan perguruan tinggi negeri lain yang memiliki aturan lebih ketat.

Baca Juga:   Butuh Rp 600 Miliar, Andi Harun Akan Sulap Tepian Mahakam Jadi Teras Samarinda

“ISBI itu negeri, sama seperti ISI Jogja. Kualitasnya setara. Karena masih bentuk satker, ISBI Kaltim juga masih disokong oleh ISI Jogja dan Pemprov Kaltim,” tutupnya.

Dengan perkembangan ini, ISBI Kaltim diharapkan menjadi pusat pendidikan seni yang tidak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kekayaan budaya Kaltim di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara. (adv/jer/diskominfokaltim)

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER