Dishub Terapkan Rekayasa Bertahap di Simpang Lima Gunung Lingai, Urai Kemacetan Hingga Menata Estetika

Foto: Lokasi penerapan rekaya lalu lintas bertahap di kawasan Simpang Lima Gunung Lingai. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali fokus membenahi persoalan kemacetan di kawasan Simpang Lima Gunung Lingai, salah satu titik lalu lintas tersibuk yang menjadi jalur utama dari dan menuju Bandara APT Pranoto.

Dalam mengurai kemacetan dan menata estetika lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tengah menyusun strategi rekayasa lalu lintas dan penerapannya secara bertahap.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian mengenai pola kepadatan di lokasi tersebut. Dari evaluasi itu diketahui sumber utama kemacetan berasal dari tingginya volume kendaraan yang bertemu dalam satu titik tanpa pengaturan arus yang tertata.

“Penanganannya bertahap. Ada langkah cepat yang sudah kami terapkan, dan ada rencana lanjutan untuk memperbaiki kinerja simpang secara menyeluruh,” ujar Manalu.

Lebih lanjut, pihak dinas telah menerapkan langkah awal yakni penggantian barrier plastik menjadi barrier beton untuk menertibkan jalur kendaraan. Selain itu, beberapa akses langsung ke arah Gunung Lingai ditutup untuk mengurangi konflik pergerakan kendaraan di simpang.

Baca Juga:   Kebakaran di Jalan Kulintang Samarinda, 3 Rumah Ludes Terbakar

Dengan pola baru itu, Manalu mengatakan, arus menuju Gunung Lingai tidak lagi bisa langsung dari Jalan DI Panjaitan 2. Akses masuk kini dibatasi dari jalur tertentu saja, sementara kendaraan yang keluar diarahkan menjadi satu arah agar pergerakan lebih lancar.

Pengguna jalan dari arah DI Panjaitan 1 yang ingin menuju Gunung Lingai pun harus memutar melalui Jalan PM Noor atau kawasan Alaya.

Menurut Manalu, kebijakan ini memberikan dampak positif yang nyata, dimana tingkatan kejenuhan lalu lintas yang sebelumnya masuk kategori D kini turun ke kategori C.

Tak hanya itu, pada tahap menengah, pelebaran jalan akan dilakukan di beberapa titik, mulai dari kawasan Jembatan Sungai Mati menuju Gunung Lingai hingga mengarah ke DI Panjaitan 2. Penataan ini turut melibatkan Dinas PU dalam urusan drainase, trotoar, dan potensi pembebasan lahan.

“Setelah pelebaran, performa simpang bisa meningkat dan kepadatan jauh lebih terkendali,” jelasnya.

Untuk rencana jangka panjang, Dishub menyiapkan pembangunan median dan pulau lalu lintas. Fasilitas tersebut akan membantu pemisahan arus sehingga kendaraan tidak saling berebut jalur. Jika seluruh tahapan selesai, tingkat kejenuhan di kawasan ini diprediksi merosot signifikan.

Baca Juga:   Sekolah Rakyat Samarinda Diapresiasi, Fasilitas Disebut Setara Sekolah Luar Negeri

Upaya tersebut dibahas lebih lanjut dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Samarinda beserta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Namun keputusan final mengenai tahapan berikutnya masih menunggu arahan dari pimpinan daerah.

Manalu menekankan, rekayasa lalu lintas di Simpang Lima Gunung Lingai bukan hanya soal mengurai kemacetan. Kawasan tersebut dianggap sebagai gerbang visual Kota Samarinda.

“Kita ingin tamu yang datang dari bandara melihat kota yang tertata dan nyaman. Jadi bukan hanya lancar, tapi juga enak dipandang,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER