Foto: Ketua Satgas MBG Kota Samarinda, Suwarso. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi masyarakat dengan membangun dua dapur baru untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Fasilitas ini dirancang khusus untuk memperkuat program gizi seimbang bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil di wilayah kota agar dapat terkoneksi lebih luas terhadap penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pembangunan dua dapur baru itu berlokasi di Tanah Merah dan Jalan D.I. Panjaitan. Keduanya merupakan bagian dari program nasional yang digagas melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Kementerian Dalam Negeri.
Ketua Satgas Manajemen Berbasis Gizi (MBG) Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan proyek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan gizi di tingkat daerah. Ia menegaskan, semua perangkat daerah telah menyatukan langkah untuk memastikan pembangunan bisa segera dimulai.
“Seluruh OPD sudah menyatakan dukungan penuh, mulai dari Dinas PUPR, DLH, Dinas Kesehatan, hingga unsur TNI dan Polri. Semua bergerak bersama agar proses teknis dan administrasi bisa cepat selesai,” jelas Suwarso.
Menurutnya, lahan di kawasan Tanah Merah sudah siap digunakan. Hanya ada sedikit penyesuaian luasan, dari 800 meter persegi menjadi 900 meter persegi, guna menampung fasilitas pendukung seperti area penyimpanan dan sanitasi.
Sementara itu, lokasi di Jalan Panjaitan masih memerlukan pekerjaan awal berupa pematangan lahan serta penyediaan infrastruktur dasar, termasuk drainase, sambungan PDAM, dan pasokan listrik.
“PUPR sudah siap membantu pematangan lahan dan menyiapkan sarana pendukung agar kedua proyek ini bisa berjalan paralel,” ujar Suwarso.
Dengan bertambahnya dua dapur baru ini, total SPPG di Samarinda akan mencapai 15 titik. Sebanyak 13 dapur dibangun melalui kemitraan, sementara dua lainnya merupakan proyek langsung Kementerian PU.
Fasilitas baru tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah dari jenjang TK hingga SMA, serta ibu hamil dan balita yang menjadi kelompok paling rentan kekurangan gizi.
“Harapannya, dua dapur ini bisa mulai beroperasi tahun depan. Lokasi pelayanan juga sudah disesuaikan dengan peta kebutuhan wilayah agar distribusinya lebih merata,” tambahnya.
Pemkot saat ini tengah mengebut sejumlah izin dan sertifikasi agar proyek tidak tersendat. Beberapa dokumen seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), BKKPR, SLO, dan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) sedang diurus secara paralel dengan proses konstruksi.
“Kami ingin semuanya berjalan bersamaan. Kalau administrasi cepat selesai, sertifikasi bisa langsung keluar, dan dapur gizi bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Suwarso.
Ia menegaskan, fokus utama program ini bukan hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi memastikan seluruh warga terutama anak-anak dan ibu hamil, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan sehat.
“Kalau kebutuhan gizi terpenuhi sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi Samarinda yang lebih kuat dan berkualitas,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



