Foto: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sekaligus Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, saat diwawancarai di Samarinda, Sabtu (11/10/2025). (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menunjuk Muhammad Faisal sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, menggantikan posisi yang ditinggalkan AHK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2023.
Penunjukan Faisal tertuang dalam surat keputusan yang ditandatangani Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, pada Jumat (10/10/2025). Langkah cepat ini diambil untuk mencegah stagnasi birokrasi di lingkungan Dispora, yang selama beberapa minggu terakhir mengalami kekosongan kepemimpinan.
Kasus yang menjerat AHK meninggalkan kekosongan koordinasi cukup panjang. Sejumlah program olahraga sempat tertunda, beberapa kegiatan pembinaan atlet belum berjalan optimal, dan internal Dispora kehilangan arah kerja.
Faisal, yang selama ini memimpin Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, kini harus menjalankan dua peran sekaligus. Ia mengaku siap menjalankan amanah ganda tersebut selama dibutuhkan, terutama untuk menormalkan kembali kinerja birokrasi.
“Ini perintah langsung dari Gubernur. Saya terima SK kemarin siang, dan sebagai aparatur, tentu saya siap menjalankan amanah yang diberikan,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Sabtu (11/10/2025).
Usai menerima surat tugas, Faisal bergerak cepat. Ia langsung menggelar rapat internal dengan seluruh kepala bidang Dispora, membahas langkah awal penataan organisasi dan pemetaan isu prioritas.
Rapat yang berlangsung selama hampir dua jam ini menghasilkan sejumlah keputusan penting terkait koordinasi serta pembagian tugas sementara.
“Kita mulai dengan konsolidasi dulu. Saya minta semua pejabat di sana membuka jalur komunikasi dan menyampaikan data yang dibutuhkan. Ini supaya kita tahu kondisi riil dan bisa menentukan prioritas perbaikan,” jelasnya.
Menurut Faisal, fokus utamanya dalam waktu dekat adalah normalisasi kegiatan dan pemulihan ritme kerja pegawai. Ia menilai, stabilitas internal menjadi kunci sebelum melanjutkan program-program olahraga yang sempat tertunda.
“Saya ingin semua kembali bekerja seperti biasa. Kalau organisasi sudah stabil, baru kita bicara soal target dan program,” ujarnya.
Selain pembenahan internal, Faisal juga berencana memperkuat sinergi Dispora dengan perangkat daerah lain, terutama yang berhubungan dengan pembinaan kepemudaan dan kegiatan olahraga masyarakat.
“Dispora ini punya peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Jadi, kolaborasi lintas sektor harus diperkuat,” tambahnya.
Terkait isu rotasi jabatan yang beredar di lingkungan Pemprov, Faisal memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menegaskan dirinya siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan organisasi.
“Saya ini ASN, prinsipnya siap melaksanakan perintah. Saat ini saya fokus dulu pada dua tugas yang sudah ada, yaitu di Diskominfo dan Dispora,” tegasnya.
Dengan gaya kepemimpinan yang dikenal komunikatif dan disiplin, banyak pihak di lingkungan Pemprov Kaltim optimistis Faisal dapat mengembalikan stabilitas di tubuh Dispora. Ia diharapkan mampu menjembatani transisi yang sedang berjalan sembari memastikan roda birokrasi tidak terhenti.
“Yang penting sekarang itu membangun kepercayaan internal dan mempercepat penyesuaian organisasi. Kita ingin semua kembali normal secepatnya,” tutup Faisal.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



