Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Masih Positif, BPS Rilis Gambaran Terkini Kondisi Sosial dan Inflasi Daerah

Foto: Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) merilis sejumlah indikator penting yang menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan inflasi di provinsi ini hingga September 2025. Data tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dalam menilai perkembangan dan arah kebijakan pembangunan di Bumi Etam.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa statistik yang dirilis lembaganya memberikan gambaran menyeluruh tentang situasi terkini, baik dari aspek ekonomi, sosial, hingga harga kebutuhan masyarakat.

“Ada beberapa variabel utama yang menjadi perhatian seperti perubahan harga, inflasi, tingkat kemiskinan, pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi,” jelas Yusniar.

Ia menambahkan, data yang dirilis BPS berasal dari berbagai jenis survei dengan jadwal publikasi yang berbeda-beda sehingga sejumlah data yang disertakan di audiensi bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji rilis dalam jenjang waktu beragam.

“Ada indikator yang bersifat tahunan, ada juga yang rilis setiap semester, triwulan, maupun bulanan. Untuk data tahunan, kami menyampaikan capaian tahun 2024. Sementara untuk semesteran, sudah tersedia data semester pertama tahun 2025, dan untuk bulanan, kondisi terakhir yang kami potret adalah September 2025,” paparnya.

Baca Juga:   Dinkes Desak Penutupan Dapur Buntut Keracunan MBG di PPU

Yusniar menuturkan, BPS sebagai lembaga statistik negara memiliki fungsi utama dalam memotret kondisi yang telah terjadi, bukan membuat prediksi.

“Kami hanya menyajikan data yang sudah final, karena tugas kami adalah memotret kondisi yang telah berjalan, bukan memproyeksikan ke depan,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi, lanjutnya, Kaltim masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dihimpun, pertumbuhan ekonomi pada semester I tahun 2025 tercatat sekitar 4 persen.

Angka ini menjadi sinyal bahwa roda ekonomi di Kaltim tetap bergerak stabil di tengah dinamika nasional dan global.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, sekitar 4 persen pada semester pertama 2025. Sektor industri pengolahan menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan tersebut,” terang Yusniar.

Ia juga menyebut, selain industri pengolahan, beberapa sektor lain seperti pertambangan, konstruksi, dan perdagangan juga berperan penting dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.

Namun demikian, tantangan di sektor sosial masih perlu mendapat perhatian. BPS mencatat, meski tren kemiskinan dan pengangguran menunjukkan perbaikan, data terbaru untuk dua indikator ini masih dalam tahap akhir pengolahan.

Baca Juga:   Warga Balikpapan Rayakan Detik Kemerdekaan di Pertigaan Plaza Balikpapan

“Survei pengangguran terakhir kami lakukan pada Agustus 2025, sedangkan survei kemiskinan pada September 2025. Hasilnya belum kami rilis secara resmi, tetapi secara umum menunjukkan arah yang positif,” jelasnya.

Menanggapi data tersebut, Wakil Gubernur Kaltin, Seno Aji, menyampaikan apresiasi kepada BPS atas perannya dalam menyediakan data yang akurat dan komprehensif. Ia menilai, statistik yang dihasilkan BPS sangat penting sebagai dasar pemerintah dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran.

“Data dari BPS ini sangat membantu kami dalam melihat kondisi terkini Kaltim. Dengan statistik yang akurat, pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan berdasarkan fakta, bukan asumsi. Ini penting agar pembangunan berjalan efektif,” kata Seno Aji.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan menjadikan hasil statistik ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sektor-sektor unggulan daerah.

“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang positif juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, data terkait kemiskinan, pengangguran, dan inflasi harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Seno Aji menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga statistik dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan.

Baca Juga:   Tanpa Kembang Api, Pemprov Kaltim Tutup 2025 dengan Doa Bersama

Menurutnya, data bukan hanya sekadar angka, melainkan pijakan dalam merumuskan arah kebijakan.

“Kalau kita tahu sektor mana yang berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi, kita bisa dorong lebih kuat lagi. Begitu juga dengan data sosial, itu menjadi dasar dalam menekan ketimpangan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan kondisi ekonomi yang masih tumbuh positif dan dukungan data yang transparan, Kaltim bisa terus memperkuat posisinya sebagai daerah penopang ekonomi nasional, sekaligus mempersiapkan diri menuju era Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kaltim punya peluang besar untuk terus berkembang. Asal kita bekerja berbasis data dan tetap fokus pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER