Atasi Jukir Liar di Kawasan Teras Samarinda, Pemerintah Siap Bangun Teluk Lerong Space

Foto: Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Perumda Varia Niaga berencana menata kawasan Teluk Lerong dengan menghadirkan Teluk Lerong Space (TLS). Program ini digagas untuk mengurai persoalan parkir liar dan menjaga kenyamanan pengunjung di area Teras Samarinda.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, menjelaskan bahwa selama ini banyak pengunjung yang enggan menggunakan parkir resmi. Mereka lebih memilih parkir di luar kawasan, berbelanja di luar area, lalu membawa makanan atau minuman ke Teras Samarinda.

Kondisi ini berdampak pada sepinya parkiran resmi, sementara lingkungan di dalam kawasan sering ditinggalkan sampah. Hal inilah yang mendorong pihaknya untuk kembali menata kawasan Teluk Lerong agar dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

“Melalui TLS, kami ingin memastikan fungsi parkir resmi tetap berjalan, masyarakat lebih tertib, dan lingkungan tetap bersih. Selain itu, manfaatnya juga kembali ke pemerintah kota,” ujar Syamsuddin.

Selain menertibkan parkir, keberadaan TLS juga diharapkan dapat meminimalisasi aktivitas negatif yang kerap muncul di sekitar lokasi. Menurutnya, Juru Parkir (Jukir) liar yang kerap berkeliaran dikawasan tersebut akan dapat terurai jika TLS telah dibentuk.

Baca Juga:   Termasuk Wagub Hadi Mulyadi, Ribuan Alumni Hadiri Hari Jadi Spansa ke-75 di Taman Samarendah

“Penataan ini bukan hanya soal parkir, tapi juga bagaimana area ini bisa dikelola lebih baik,” tegasnya.

TLS kini mulai dilengkapi dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beberapa foodtruck dan tenant kuliner telah hadir untuk menambah daya tarik kawasan tersebut.

“Sudah ada dua sampai tiga UMKM yang berjalan. Kehadiran mereka juga jadi magnet baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Untuk sementara, lahan eks SPBU di Teluk Lerong juga dimanfaatkan sebagai bagian dari kawasan TLS. Meski bersifat sementara sebelum dibangun ulang, pihaknya tetap berkomitmen menata area tersebut agar tidak terlihat kumuh.

“Kalau tidak dirapikan, Teluk Lerong bisa jadi semrawut. Jadi sementara ini kita tata dulu supaya lebih rapi dan nyaman,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER