Pasokan Daging Kaltim Defisit 50 Persen, Domba Lokal Jadi Andalan Kejar Swasembada

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggandeng Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) daerah setempat untuk memacu budidaya domba guna menutupi kekurangan pasokan daging yang saat ini masih defisit 40 hingga 50 persen.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, mengatakan pemerintah provinsi telah mencanangkan pencapaian swasembada pangan, khususnya komoditas beras, jagung, serta daging.

Menurut dia, peluang keterlibatan peternak domba di daerah sangat terbuka lebar untuk berkontribusi dalam mencapai swasembada daging, di samping pemenuhan dari komoditas sapi, ayam, dan kambing.

“Kami sudah mendapat laporan bahwa peternak-peternak domba Kaltim ini antusiasmenya sangat luar biasa,” kata Seno Aji seperti dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2026).

Seno mengakui bahwa kekurangan daging kambing dan domba di Kaltim harus segera diantisipasi. Oleh karena itu, HPDKI memiliki peran strategis dalam menekan ketergantungan pasokan daging dari luar daerah.

Secara keseluruhan, lanjut Wagub, Kaltim masih kekurangan sekitar 40 hingga 50 persen daging domba untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kita juga sering mendatangkan daging-daging beku dari Jawa. Juga domba hidup bahkan dari Australia,” ungkap Seno didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Arief Murdiyatno.

Baca Juga:   82 Orang Lolos Seleksi Calon Direksi BUMD Kaltim, Eks Dirut Garuda Yang Pernah Tersandung Kasus Hukum Jadi Sorotan

Ke depan, Wagub berharap pengurus HPDKI dapat lebih intensif mengedukasi serta menyosialisasikan program kerja dan pangsa pasar kepada para peternak domba di Kaltim.

“Kami berharap HPDKI mampu melahirkan peternak domba yang mandiri, sehingga mendukung percepatan swasembada daging Kaltim,” ucap Wagub.

Sementara itu, Sekretaris DPD HPDKI Kaltim Adung Karyo Sedio Utomo menjelaskan bahwa keanggotaan HPDKI terdiri atas para peternak domba se-Kaltim yang telah menjalankan aktivitas dari hulu hingga hilir, termasuk sektor katering.

“Kami melakukan ternak domba mulai dari budidaya, pemotongan, pemasaran, hingga pengolahannya. Domba tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga pupuk organik dan susu,” ujar Adung.

Ia memaparkan populasi domba milik anggota HPDKI maupun peternak lain di daerah itu saat ini melonjak signifikan dari semula 600 ekor menjadi kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor.

Adapun kebutuhan daging domba di Kaltim diperkirakan berada pada kisaran 1.000 sampai 1.250 ekor per minggu, atau setara dengan 5.000 hingga 6.000 ekor per bulan. (ANT/MK)

BERITA POPULER