Karhutla Merembet ke Rumah Kosong di Perum Korpri Sambutan

SAMARINDA – Kebakaran lahan melanda Perumahan Korpri di Jalan Pelita 8, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Sabtu (3/10/2026).

Api membakar semak belukar hingga merembet ke sejumlah rumah kosong, sementara asap pekat terbawa angin hingga ke jalan yang menghubungkan kawasan Pelita 8 dengan Makroman. Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas terpaksa memperlambat kendaraannya karena asap menyelimuti akses jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kebakaran dilaporkan mulai terpantau sekitar pukul 10.00 Wita. Kobaran api menyasar dua titik di kawasan Perumahan Korpri, masing-masing Blok B1 dan Blok B4.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mengendalikan api. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Satpol PP, serta puluhan relawan melakukan pemadaman di lokasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, mengatakan petugas menangani dua titik kebakaran dengan luasan yang masih dalam proses pendataan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat ada kebakaran lahan di Perumahan Korpri, Pelita 8, di Blok B1 dan Blok B4. Untuk sementara yang kami tangani ada dua titik dengan luasan lumayan, tapi saat ini sudah dapat terkendali,” ujar Edi di lokasi kejadian.

Baca Juga:   Borneo FC dan Persib Bandung Berbagi Poin dalam Laga Sengit di Segiri

Menurut Edi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Rumah yang terdampak kebakaran dalam kondisi kosong dan belum ditempati.

“Rumah yang terbakar itu tidak ada penghuninya. Memang sudah ada pemiliknya, tetapi belum dihuni,” jelasnya.

Guna memadamkan api, BPBD menurunkan sekitar 25 personel yang dibagi menjadi dua tim, dibantu penuh oleh personel Disdamkarmat, Satpol PP, serta unsur relawan Kota Samarinda.

WhatsApp Image 2026 10 03 at 17.31.09 1
BPBD Samarinda melakukan pemadaman karhutla Perumahan Korpri Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan. (Foto: Dimas/Media Kaltim)sa

Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Angin kencang di kawasan Sambutan membuat api lebih cepat menjalar sekaligus membawa asap ke sejumlah titik.

“Kendala yang dialami angin cukup kencang, jadi cukup menyulitkan kami dalam melakukan penanganan. Angin kencang membawa asap yang cukup tebal juga di lokasi, sehingga cukup sulit untuk pemadaman,” tambah Edi.

Ia menjelaskan, titik api sebenarnya telah terpantau sejak pagi melalui laporan pemantauan. Namun, kobaran api kemudian membesar sehingga petugas segera bergerak ke lokasi.

“Laporan tadi sudah kami pantau di grup sekitar jam 10.00 Wita. Namun sampai siang perkembangan api semakin besar, sehingga tim segera meluncur dan menangani ke lokasi,” pungkasnya.

Baca Juga:   Diduga Korsleting, Motor Bekas Terbakar di Jalan Sultan Sulaiman Samarinda

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api atau bara tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.

Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R

BERITA POPULER