Kemarau Panjang, Dispar Kaltim Sebut Daratan Danau Semayang Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Foto: Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Muhammad Faisal. (Hadi Winata/Media Kaltim)

SAMARINDA – Musim kemarau tidak selalu membawa kabar buruk bagi sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim). Di Desa Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara, surutnya air Danau Semayang justru membuka daya tarik baru bagi wisatawan.

Daratan yang sebelumnya terendam air mulai bermunculan. Bahkan, kawasan tersebut kini ditumbuhi rumput sehingga menciptakan lanskap berbeda dari kondisi Danau Semayang pada umumnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, kondisi tersebut justru menarik perhatian masyarakat untuk datang berwisata.

Faisal mengaku melihat langsung kondisi Danau Semayang sekitar tiga hingga empat pekan lalu. Saat itu, meski air danau sedang surut, jumlah pengunjung justru cukup ramai.

“Saya 3–4 minggu lalu ke Pela, airnya surut tetapi pengunjung justru ramai, justru jadi peluang baru,” kata Faisal.

Menurutnya, perubahan kondisi alam akibat kemarau dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata apabila mampu dibaca dan dikembangkan secara kreatif.

Kondisi tersebut juga menjadi contoh bahwa destinasi wisata tidak selalu harus menghadirkan suasana yang sama sepanjang waktu.

Baca Juga:   Soal Retribusi GOR Sempaja, Sekda Kaltim Tegaskan Lintasan Atletik Prioritas untuk Atlet

Pasalnya, dibalik perubahan alam, juga dapat menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

“Di saat susah, kalau kita kreatif rasanya ada saja peluang. Yang penting kita jangan menyerah, terus berbuat, terus produktif, pasti ada ruang-ruang baru yang bisa kita dapatkan,” ujarnya.

Faisal menilai pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif perlu melihat perubahan situasi bukan hanya sebagai hambatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan konsep atau aktivitas wisata baru.

Terlebih, di tengah karhutla dan kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kaltim, kondisi destinasi wisata di setiap daerah tidak selalu sama.

Karena itu, ia mengingatkan pengelola maupun wisatawan tetap memperhatikan faktor kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Yang penting kami imbau para pengelola maupun pengunjung wisata untuk selalu bersedia masker lah,” katanya.

Faisal berharap pelaku pariwisata terus bergerak dan tidak berhenti hanya karena menghadapi kondisi yang sulit.

Menurutnya, selama masih ada ruang untuk berkreasi, potensi kunjungan wisata tetap dapat dikembangkan, termasuk dengan memanfaatkan fenomena alam yang muncul selama musim kemarau.

Baca Juga:   Joni: Minyak Dunia Turun, Pemerintah Malah Naikkan Harga BBM

“Yang namanya pelaku ekonomi kreatif, harus mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi sesuai dengan kondisi dan perkembangan dari segi apapun,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER