SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kota Samarinda memperketat pengawasan mutu distribusi air perpipaan menyusul fenomena intrusi air laut ke Sungai Mahakam yang mengganggu suplai air baku warga.
Gangguan pasokan air bersih ini diantisipasi serius oleh otoritas kesehatan lantaran berpotensi memicu lonjakan penyakit diare serta infeksi kulit di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismed Kusasih, saat ditemui di Samarinda pada Kamis (17/9/2026), mengungkapkan bahwa dinamika distribusi air bersih terus dipantau secara ketat bersama jajaran terkait.
“Air bersih yang didistribusikan dari PDAM itu kan agak mengalami sedikit gangguan distribusi”, ujarnya.
Kondisi payau dan menurunnya debit air tawar tersebut langsung berdampak pada kebersihan lingkungan serta sanitasi warga, sehingga risiko penyakit saluran cerna perlu diantisipasi sejak dini.
“Sebenarnya ada tiga hal, kasus ISPA, diare, dan juga penyakit kulit”, sebutnya.
Berdasarkan data infografis rekapitulasi resmi Dinas Kesehatan Kota Samarinda, kasus diare pada periode Juni 2026 tercatat sebanyak 1.052 kasus, lalu melonjak menjadi 1.353 kasus pada Juli, dan bertahan tinggi di angka 1.323 kasus sepanjang Agustus 2026.
Sementara itu, memasuki September 2026, penderita diare sudah mencapai 889 kasus hanya dalam kurun waktu 16 hari pertama.
“Yang jelas mungkin ada peningkatan, tapi masih belum signifikan”, katanya.
Guna menjamin keamanan warga dari paparan kuman penyakit, tim sanitarian di 26 puskesmas diterjunkan langsung untuk menguji parameter fisik dan kimia air perpipaan secara berkala.
“Teman-teman sanitarian juga melakukan pemeriksaan kualitas air bersih dan air minum”, terangnya.
Selama masa pemulihan mutu air berlangsung, instansi kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi pemanfaatan air PDAM hanya untuk kebutuhan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK).
“Kita harapkan paling tidak hanya untuk MCK”, tegasnya.
Masyarakat juga diminta konsisten menjalankan langkah pencegahan diare sesuai panduan hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan pakai sabun, mengonsumsi air bersih dan matang, menjaga kebersihan makanan, serta mengelola sampah dengan baik.
“Kalau untuk air minum itu ada tata caranya, ada prasyarat tertentu”, pungkasnya.
Pewarta: Abdi
Editor: Nicha R




