SAMARINDA – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Laba bersih tahun berjalan bertumbuh hingga 69 persen, dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Capaian tersebut juga melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Hingga Agustus 2026, realisasi laba bersih PJM Grup telah mencapai 128 persen dari target RKAP periode berjalan.
Pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah indikator keuangan lainnya. Laba usaha atau operating income tercatat meningkat 51 persen secara tahunan dan telah mencapai 111 persen dari target RKAP hingga Agustus.
Sementara itu, laba sebelum pajak tumbuh 56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasinya telah mencapai 118 persen dari target RKAP periode berjalan.
Menurut SVP Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, pertumbuhan tersebut mencerminkan penguatan kinerja perusahaan yang berlangsung sejak awal 2026.
“Tren positif ini semakin menegaskan arah pemulihan dan penguatan kinerja PJM Grup yang telah berlangsung sejak awal 2026,” ujar Patrick dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Ada sejumlah faktor yang membuat penguatan kinerja tersebut. Antara lain didukung pengelolaan biaya yang semakin matang, sinergi antarentitas anak, serta optimalisasi sejumlah lini bisnis strategis.
Patrick juga mengatakan capaian hingga Agustus membuka peluang bagi perusahaan, untuk melampaui target RKAP 2026 secara keseluruhan.
Memasuki paruh kedua 2026, PJM akan melanjutkan sejumlah langkah untuk mempertahankan pertumbuhan. Termasuk efisiensi operasional, percepatan realisasi investasi strategis dan penguatan sinergi bisnis di lingkungan grup.
PT Pelindo Jasa Maritim merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021.
PJM mengelola lima klaster bisnis. Mulai dari layanan marine, peralatan pelabuhan (equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), serta utilitas kepelabuhanan (port services).
Wilayah operasional perusahaan mencakup sejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk dari Malahayati hingga Merauke.
Saat ini, PJM memiliki delapan anak perusahaan, yakni PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), PT Intan Sejahtera Utama (ISMA), dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).
Selain itu, PJM memiliki dua cucu perusahaan, yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL).
Dengan portofolio tersebut, PJM mengembangkan layanan terintegrasi atau integrated one stop service bagi pengguna jasa kepelabuhanan dan maritim.
Penulis: Hanafi
Editor: Muhammad Rafi’i



