SAMARINDA – Klorida Kembali Tembus 250 Ppm, Samarinda Batasi Produksi Air Bersih
Ancaman intrusi air laut di Sungai Mahakam belum mereda. Kadar klorida pada sumber air baku Samarinda kembali menyentuh bahkan melewati ambang 250 part per million (ppm), Sabtu (29/8/2026). Sejumlah intake yang terdampak terpaksa dihentikan sementara.
Kondisi terbaru itu disampaikan langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun. Menurutnya, tekanan terhadap sumber air baku terjadi terutama di kawasan Palaran dan sekitarnya. “Pagi ini kembali berada di ambang batas 250 ppm ke atas. Untuk sementara hari ini kami off-kan,” kata Andi Harun, Sabtu (29/8/2026).
Kenaikan kadar klorida terjadi ketika debit Sungai Mahakam menyusut akibat kemarau, sementara pasang dari kawasan hilir mendorong air dengan kandungan garam semakin jauh masuk ke sungai.
Andi Harun mengatakan kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama Pemkot Samarinda. “Yang paling utama adalah satu, air bersih. Yang sudah terdampak itu intake kita yang berada di daerah sekitar Palaran dan sekitarnya,” ujarnya.
Operasional intake mengikuti hasil pemeriksaan kualitas air. Ketika kadar klorida melewati 250 ppm, pengambilan air baku dihentikan sementara. Intake dapat kembali digunakan setelah kadar klorida turun ke level yang memungkinkan untuk diolah. “Kalau dia sudah melewati ambang batas 250 ppm, maka untuk sementara kita off sambil menunggu surut,” kata Andi Harun.
Hingga Minggu (30/8/2026) pagi, laman resmi Perumdam Tirta Kencana Samarinda masih menampilkan pemberitahuan pengurangan jam operasional lima instalasi pengolahan air (IPA). Kelima instalasi tersebut adalah IPA Pulau Atas, IPA Palaran, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih dan IPA Selili.
Perumdam menyatakan pengurangan jam operasional terjadi akibat meningkatnya kadar klorida pada sumber air baku karena intrusi air laut. Kondisi tersebut berdampak pada produksi sekaligus distribusi air kepada pelanggan.
Operasional baru kembali normal apabila kondisi sumber air baku memungkinkan dan kadar klorida turun di bawah 250 ppm. Setelah syarat tersebut terpenuhi, proses produksi diaktifkan kembali secara bertahap.
Perumdam juga meminta pelanggan di wilayah terdampak yang masih mendapatkan aliran air untuk menampung secukupnya dan menghemat penggunaan selama kondisi tersebut berlangsung.
Belum ada pengumuman terbaru di laman resmi Perumdam hingga Minggu (30/8/2026) pagi yang menyatakan lima IPA tersebut telah kembali beroperasi normal. Informasi terbaru Perumdam pada 29 Agustus justru berkaitan dengan perbaikan pipa transmisi DN 300 mm di depan IPA Unit 3 Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin. Pekerjaan selesai pukul 22.00 WITA dan distribusi memasuki tahap penormalan. (MK)
Editor: Agus S.



