Foto: Tim terpadu penangangan kebakaran hutan di Sambutan, Kota Samarinda)
SAMARINDA — Penguatan sistem penanggulangan bencana menjadi perhatian DPRD Samarinda menyusul meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Maswedi, mendorong pemerintah daerah mengambil pelajaran dari pola penanganan bencana yang diterapkan sejumlah kota besar.
Maswedi menyebut sistem mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan kendaraan pemadam dan jumlah personel.
Kecepatan komunikasi, koordinasi antarlembaga, serta pemetaan wilayah rawan juga menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
“Pemerintah perlu mengondisikan mitigasi bencana dengan penanganan-penanganan yang mengadopsi sistem di kota besar seperti Surabaya. Ini bisa menjadi bahan untuk melihat apa yang perlu kita perkuat di Samarinda,” jelasnya.
Menurut dia, pengalaman daerah lain dapat dijadikan referensi untuk mengevaluasi kesiapan Samarinda menghadapi berbagai ancaman bencana.
Evaluasi tersebut sebaiknya dilakukan secara berkala sehingga kekurangan dalam sistem penanganan dapat diketahui sebelum terjadi keadaan darurat.
Kebutuhan memperkuat kesiapsiagaan semakin relevan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan di Samarinda.
Berdasarkan data BPBD Kaltim, sepanjang periode yang tercatat terdapat 91 kejadian karhutla dengan luas wilayah terdampak mencapai 126,26 hektare.
Maswedi menilai penanganan kebakaran membutuhkan sistem yang terintegrasi. Ketika laporan kejadian diterima, informasi harus dapat diteruskan dengan cepat kepada instansi yang memiliki kewenangan sehingga tindakan di lapangan tidak terhambat.
Selain pemerintah, ia menilai masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi.
Kesadaran untuk mencegah munculnya sumber api dan melaporkan potensi bahaya sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kebakaran meluas.
Ia pun meminta pemerintah tidak menjadikan evaluasi sebagai langkah yang hanya dilakukan setelah bencana terjadi.
“Penguatan fasilitas, komunikasi, personel, serta koordinasi harus disiapkan secara berkelanjutan agar Samarinda memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



