Foto: Petani di Pelita 6, Sambutan saat sedang bercocok tanam di sawah. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Ketergantungan Samarinda terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa sektor pertanian lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara menyeluruh.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin, mengatakan sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat masih banyak didatangkan dari luar Kalimantan Timur.
Ia menyebut sayuran tertentu, bawang merah, bawang putih hingga beras masih mengandalkan pasokan dari sejumlah daerah di luar Kaltim.
“Seperti sayur-mayur, bawang merah dan bawang putih itu masih disuplai dari luar Kaltim. Beras juga begitu, ada yang dari Jawa Timur, Jawa Barat, Indramayu dan sebagian juga dari Sulawesi,” jelasnya.
Menurut Kamaruddin, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Sebab, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat Samarinda belum sepenuhnya memiliki kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Padahal, ia menilai Samarinda masih memiliki lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian.
Sejumlah lahan yang saat ini belum produktif dinilai dapat diarahkan untuk mendukung produksi pangan lokal.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur. Salah satu yang dinilai masih minim adalah jaringan irigasi dan sistem pengairan untuk menunjang kegiatan pertanian.
Kamaruddin menyebut rencana pengembangan sarana pertanian hingga kini belum terlihat berjalan secara maksimal.
Karena itu, pemerintah diminta segera menerjemahkan perencanaan tersebut ke dalam program yang benar-benar dapat dirasakan petani.
“Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan, ada sih ada hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.
Meski belum mampu memenuhi kebutuhan pangan secara keseluruhan, Kamaruddin mengakui beberapa komoditas sayuran telah mampu diproduksi petani lokal.
Kangkung, sawi dan sejumlah jenis sayuran lainnya dinilai masih cukup potensial untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Samarinda.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Samarinda memperkuat sektor pertanian dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus membangun infrastruktur pendukung.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara bertahap.
Kamaruddin berharap pengembangan pertanian tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Samarinda dalam membangun ketahanan pangan.
“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras tetapi kalau untuk sayur-mayur mungkin kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor:



