SAMARINDA – Antusiasme masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dalam berburu peluang kerja terbukti sangat tinggi. Bursa kerja tahunan Mahakam Job Fair 2026 yang digelar di Samarinda Square, sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat sejak hari pertama pembukaannya.
Tercatat, sebanyak 1.900 pencari kerja telah mendaftarkan diri secara resmi, untuk memperebutkan 764 lowongan pekerjaan yang disediakan oleh 36 perusahaan peserta.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengungkapkan bahwa tingginya angka pendaftar ini mencerminkan tingginya kebutuhan lapangan kerja, sekaligus besarnya komitmen dunia usaha lokal dalam menyerap tenaga kerja daerah.
“Sampai siang ini sudah ada sekitar 1.900 pencari kerja yang mengisi formulir pendaftaran,” ujar Yuyum saat ditemui di lokasi acara.
Dalam ajang kali ini, para pencari kerja disuguhkan beragam pilihan karier. Terdapat sedikitnya 129 jenis jabatan dari berbagai sektor industri yang bisa dilamar sesuai dengan kualifikasi dan minat masing-masing kandidat.
Tidak hanya sebatas bursa kerja biasa, Mahakam Job Fair 2026 juga dirancang sebagai pusat layanan ketenagakerjaan terpadu. Disnaker Kota Samarinda turut menggandeng Bursa Kerja Khusus (BKK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Layanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1 / Kartu Kuning).
Kehadiran layanan terpadu ini memungkinkan masyarakat mengurus administrasi dan berkas lamaran dengan mudah, dalam satu lokasi tanpa harus mendatangi kantor dinas secara terpisah.
Yang menarik dari pelaksanaan tahun ini adalah diperkenalkannya terobosan berbasis teknologi digital melalui sistem Auto Matching yang terintegrasi di portal resmi tepian.samarindakota.go.id.
Teknologi ini bekerja dengan cara menghubungkan basis data pencari kerja pada sistem AK-1 secara otomatis, dengan profil kualifikasi yang dicari oleh perusahaan penyerap tenaga kerja.
“Target kami tentu sebanyak mungkin pencari kerja bisa bekerja. Makanya sekarang ada sistem auto matching yang masuk ke aplikasi Disnaker. Pencari kerja langsung mendapatkan rekomendasi perusahaan yang sesuai, dan perusahaan pun bisa menemukan kandidat yang cocok secara presisi. Ini program baru,” jelas Yuyum.
Inovasi sistem auto matching ini merupakan bagian dari payung program Si Jempol Naker (Sistem Jemput Bola Lowongan Kerja). Lewat program ini, Disnaker Samarinda menegaskan komitmennya untuk mengubah pola pelayanan publik menjadi lebih proaktif.
Melalui sistem digital tersebut, Disnaker dapat terus memantau progress rekrutmen secara real-time mulai dari tahap seleksi berkas, wawancara, hingga kepastian status pendaftar yang berhasil diterima bekerja.
“Kami ingin Disnaker sekarang aktif, tidak lagi pasif menunggu masyarakat datang,” pungkas Yuyum optimistis.
Pewarta: Dimas
Editor: Muhammad Rafi’i



