Foto: Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal saat menyampaikan tanggapan dari neraca tahunan PDAM Tirta Kencana. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengingatkan Perumdam Tirta Kencana agar tidak cepat berpuas diri atas berbagai capaian yang telah diraih.
Menurutnya, ukuran keberhasilan perusahaan daerah penyedia air bersih itu bukan hanya kinerja keuangan, tetapi juga tingkat kepuasan masyarakat.
Ia menegaskan masih banyak persoalan pelayanan air bersih yang harus dibenahi, mulai dari warga yang belum terlayani jaringan perpipaan, distribusi air yang belum stabil hingga kualitas air yang masih dikeluhkan.
“Kita jangan merasa bahwa kita sudah berhasil sepanjang kita melayani masyarakat. Tingkat kepuasan masyarakat itu bermacam-macam,” ujarnya.
Menurut Joha, masyarakat yang hingga kini belum mendapatkan sambungan air bersih juga merupakan tanggung jawab pemerintah dan Perumdam.
Di sisi lain, pelanggan yang sudah terhubung pun masih menghadapi berbagai persoalan distribusi maupun kualitas air.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Perumdam dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pelayanan.
Joha juga meminta perusahaan menyampaikan secara terbuka rencana pengembangan jaringan setiap tahun, termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti penambahan jaringan pipa dan fasilitas pendukung lainnya agar DPRD dapat ikut mengawal penyelesaiannya.
Selain itu, ia menyinggung pembangunan infrastruktur pipa di kawasan sungai yang menurutnya perlu dijelaskan kepada DPRD.
Menurutnya, pembangunan tersebut berkaitan dengan kepentingan publik sehingga perlu diketahui secara terbuka.
Di sisi lain, Joha mengapresiasi peningkatan kinerja keuangan Perumdam Tirta Kencana.
Ia mengingatkan, saat pertama kali menjadi anggota DPRD pada 2009, pembahasan dengan pemerintah hampir setiap tahun berkaitan dengan permintaan subsidi anggaran untuk PDAM.
Kini kondisinya berbeda. Menurut Joha, pada 2026 Perumdam telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp17 miliar, meningkat dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp12 miliar.
“Ini tentu kemajuan yang patut diapresiasi. Tetapi jangan sampai kita merasa puas lalu berhenti berbenah,” katanya.
Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal peningkatan pelayanan karena masih banyak warga Samarinda yang menunggu sambungan air bersih.
“Kita sama-sama mencari jalan keluar. Kami menyampaikan keluhan masyarakat, PDAM juga menyampaikan kendala yang dihadapi, supaya ditemukan solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



