Foto: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Keberadaan Pasar Pagi pascarevitalisasi masih menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Meski wajah baru pasar tersebut dinilai jauh lebih representatif dibanding sebelumnya, tingkat pemanfaatan bangunan oleh pedagang dinilai belum optimal.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan keberhasilan proyek revitalisasi tidak cukup dilihat dari megahnya bangunan yang berdiri.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan pasar tradisional tetap terletak pada tingginya aktivitas jual beli yang terjadi di dalamnya.
Ia menyoroti masih banyaknya kios yang belum ditempati pedagang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah kendala masih perlu diselesaikan agar pasar dapat berfungsi sesuai tujuan awal revitalisasi.
“Bangunannya memang sudah jauh lebih baik dan modern, tetapi yang harus dilihat sekarang adalah bagaimana pasar itu benar-benar hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya di DPRD Samarinda, Selasa (23/6/2026).
Iswandi menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional Pasar Pagi selama satu tahun terakhir.
Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tingkat hunian kios belum maksimal serta mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.
Menurutnya, anggaran besar yang telah dialokasikan untuk revitalisasi harus memberikan dampak nyata bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
“Jangan sampai bangunannya bagus, tetapi aktivitas ekonominya belum tumbuh sesuai harapan. Karena itu perlu ada evaluasi yang komprehensif,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyebut pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pedagang menempati kios yang telah disediakan.
Sejumlah pembenahan dilakukan, baik dari aspek fasilitas maupun pengelolaan kawasan pasar.
Pemerintah juga berupaya menciptakan lingkungan usaha yang lebih nyaman agar pedagang merasa yakin untuk menjalankan aktivitas usahanya di Pasar Pagi.
“Kami terus melakukan penataan dan pembenahan agar pedagang semakin tertarik menempati kios yang tersedia,” tegas Nurrahmani.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



