OJK Kaltimtara Pantau Kritik Andi Harun terhadap Transparansi Bankaltimtara

Foto: Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Misran Pasaribu. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Tara) merespons sorotan yang disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait tata kelola dan transparansi manajemen Bankaltimtara.

Kepala OJK Kaltim-Kaltara, Misran Pasaribu menyatakan pihaknya akan memantau perkembangan yang terjadi di bank pembangunan daerah tersebut, menyusul munculnya berbagai pertanyaan dari pemegang saham mengenai sejumlah kebijakan manajemen.

“Memang benar saya sempat dengar, tapi saya harus mengecek,” ujarnya.

Ia menegaskan OJK tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh aktivitas perbankan, termasuk Bankaltimtara.

Karena itu, berbagai informasi yang berkembang akan menjadi perhatian untuk dipantau lebih lanjut.

“Nanti saya coba monitor lagi ya,” katanya.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan OJK mencakup berbagai aspek operasional perbankan, mulai dari tata kelola perusahaan, pelaksanaan rapat-rapat korporasi, hingga perencanaan dan pengelolaan keuangan.

Pernyataan OJK tersebut muncul setelah Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mempertanyakan transparansi manajemen Bankaltimtara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar beberapa waktu lalu.

Baca Juga:   Kondisi Banjir di Samarinda Berangsur Aman, Proses Pembersihan Masih Berlanjut

Andi Harun, yang mewakili Pemerintah Kota Samarinda sebagai salah satu pemegang saham Bankaltimtara, mengaku belum mendapatkan penjelasan yang memadai terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemegang saham.

Salah satu yang disorot adalah pergantian Direktur Utama Bankaltimtara sebelumnya, Muhammad Yamin. Menurut Andi, pergantian tersebut menimbulkan tanda tanya karena tidak disertai penjelasan rinci kepada para pemegang saham.

Padahal, kata dia, sebelum pergantian dilakukan, Muhammad Yamin telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja yang diterima oleh seluruh pemegang saham dalam forum resmi perusahaan.

“Jadi, saat ada pergantian dirut, saya terkejut. Lho kok begitu. Saya bukan anti pergantian direksi, tapi saya minta diberikan alasan secara transparan. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada jawaban direksi Bankaltimtara baik lisan maupun tertulis,” ujar Andi.

Selain pergantian direksi, Andi juga menilai penting adanya keterbukaan terkait berbagai isu yang berkembang di internal perusahaan, termasuk persoalan kredit bermasalah yang sempat menjadi perhatian publik.

Berdasarkan data RUPS, total modal Bankaltimtara saat ini mencapai Rp7,96 triliun. Pemerintah Kota Samarinda sendiri tercatat memiliki 0,82 persen saham Bankaltimtara dengan nilai penyertaan modal sebesar Rp64,925 miliar.

Baca Juga:   Soal Mahasiswa Yang Ditetapkan Tersangka, Wagub: Untuk Proses Hukum Kami Tidak Ikut Campur

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER