Foto: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda merilis hasil evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 dengan capaian yang dinilai cukup menggembirakan.
Secara keseluruhan, realisasi PAD Kota Samarinda berhasil melampaui target awal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyebut realisasi PAD hingga akhir Triwulan I telah mencapai 17,24 persen.
Angka tersebut berada di atas target berkala sebesar 15 persen yang sebelumnya disepakati bersama Pemerintah Kota Samarinda.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kondisi keuangan daerah pada awal tahun anggaran.
Ia menilai kinerja sejumlah sektor pendapatan, khususnya pajak daerah, berhasil memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan PAD.
“Secara makro, capaian ini patut diapresiasi karena realisasi pendapatan daerah mampu melampaui target triwulan pertama. Ini menjadi indikator positif bagi postur anggaran Kota Samarinda,” ujar Iswandi, Jumat (22/5/2026).
Sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dalam mendorong peningkatan PAD. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda berhasil mencatatkan realisasi pajak sebesar 20,11 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.
Iswandi menjelaskan, beberapa jenis pajak memberikan kontribusi signifikan, di antaranya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman, pajak konsumsi tenaga listrik, BPHTB, pajak hotel, serta PBB-P2.
Ia menilai optimalisasi pengawasan dan perluasan basis pajak mulai menunjukkan hasil yang positif.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pendapatan hingga akhir tahun.
Meski demikian, DPRD tetap mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah terlena.
Iswandi menegaskan tantangan pendapatan pada triwulan berikutnya diperkirakan akan lebih berat seiring perubahan kondisi ekonomi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja keras Bapenda dan seluruh tim pemungut pajak daerah. Namun capaian ini harus tetap dijaga karena tantangan ke depan tidak akan mudah,” tegasnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



