Foto: Anggota TAGUPP Kaltim, Sudarno, saat menyampaikan tanggapan melalui akun TikTok pribadinya. Foto: Istimewa
SAMARINDA — Polemik hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bankaltimtara terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Setelah muncul kritik dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, terkait pergantian direksi hingga persoalan transparansi kredit macet, kini Anggota TAGUPP Kaltim, Sudarno, ikut buka suara.
Melalui akun TikTok pribadinya, Sudarno menegaskan bahwa keputusan dalam RUPS merupakan kewenangan pemegang saham dan telah berjalan sesuai mekanisme dunia perbankan.
“Perlu kita jelaskan ke publik bahwa urusan RUPS itu adalah urusan pemegang saham. Pemegang saham Bankaltimtara itu ada Pemerintah Provinsi Kaltim, 10 kabupaten/kota, dan Pemerintah Provinsi Kaltara,” ujar Sudarno.
Ia menjelaskan bahwa meskipun Bankaltimtara merupakan perusahaan daerah, bank tersebut tetap tunduk terhadap regulasi ketat yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
“Bankaltimtara ini memang perusahaan daerah, tapi dia juga bank. Dia terikat peraturan OJK dan Bank Indonesia,” katanya.
Sudarno juga menyinggung proses pergantian direksi sebelumnya yang menurutnya telah mendapat persetujuan resmi dari OJK Republik Indonesia perwakilan Kaltim.
“Pada proses pergantian direksi Bankaltimtara yang lama, pengurusnya itu sudah mendapat persetujuan OJK Republik Indonesia perwakilan Kaltim. Jadi mestinya clear,” tegasnya.
Ia menilai publik perlu memahami bahwa keputusan akhir dalam RUPS sepenuhnya berada di tangan pemegang saham. Dalam struktur kepemilikan Bankaltimtara, Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki posisi sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dengan kepemilikan sekitar 64 persen saham.
“Nah dalam mekanisme perbankan, pada saat RUPS ya terserah pemegang saham. Kebetulan Pemprov Kaltim menjadi pemegang saham pengendali 64 persen, jadi punya hak sepenuhnya. Apalagi ini kan aklamasi,” ujarnya.
Menurut Sudarno, polemik yang berkembang sebaiknya tidak dibawa terlalu jauh ke ranah politik karena dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap dunia perbankan.
“Harus dibedakan mana situasi ekonomi dan mana situasi politik. Kalau direksinya dianggap tidak cakap atau walaupun punya prestasi tapi pemegang saham ingin ada prestasi lagi, ya sah-sah saja,” katanya.
Dalam pernyataannya, Sudarno juga mengapresiasi kinerja direksi lama Bankaltimtara, termasuk sosok yang akrab disapa Kak Yamin.
“Bankaltimtara di bawah direksinya Kak Yamin sebenarnya labanya juga sudah bagus,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan yang harus dibenahi, termasuk persoalan kredit bermasalah di wilayah Nunukan yang sempat menjadi sorotan.
“Di luar itu ada juga persoalan di wilayah Nunukan kemarin yang kena sekitar Rp200 miliar, kredit yang bukan macet tapi diduga fiktif,” ungkapnya.
Karena itu, Sudarno meminta seluruh pihak mendukung manajemen baru Bankaltimtara agar dapat bekerja maksimal tanpa terganggu dinamika politik yang berkepanjangan.
“Intinya Bankaltimtara harus bekerja dengan baik dengan manajemen baru. Jangan sampai terganggu urusan politik, karena bisnis bank itu bisnis kepercayaan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada direksi lama sekaligus dukungan kepada manajemen baru Bankaltimtara.
“Selamat bekerja untuk manajemen baru Bankaltimtara dengan direksi yang baru. Tunjukkan bahwa Anda memang layak menjadi direksi Bankaltimtara,” ujarnya.
Tak lupa, Sudarno menyampaikan pesan santai kepada Andi Harun yang langsung ramai diperbincangkan warganet.
“Untuk Pak Andi Harun, jangan lupa ngopi,” tutupnya sambil tersenyum. (MK)
Editor: Agus S



