Demo 21 April, Kesbangpol Kaltim Ajak Warga Alihkan Giat Jadi “Kartinian”

Foto: Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kaltim, Arih Frananta Filifus Sembiring. (Hadi Winata/Radad Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengajak masyarakat, khususnya kelompok yang berencana menggelar aksi pada 21 April 2026 mendatang, untuk mengalihkan momentum tersebut menjadi peringatan Hari Kartini melalui dialog yang konstruktif.

Ajakan itu disampaikan Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Arih Frananta Filifus Sembiring, menanggapi rencana aksi Aliansi Perjuangan yang akan menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim.

Menurut Sembiring, tanggal 21 April yang bertepatan dengan Hari Kartini seharusnya dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan pembangunan gagasan, bukan sekadar aksi turun ke jalan.

“Iya betul, hari Kartini. Mending kita acara Kartinian saja. Kenapa dipilih tanggal 21? Saya sudah bilang, sampaikan semua saran dan kritik dengan baik,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional masyarakat. Namun, Pemprov Kaltim membuka ruang agar hal tersebut dilakukan melalui dialog yang lebih produktif dan intelektual.

Baca Juga:   6 OPD Belum Lelang Dikebut Selesai Februari

“Seandainya teman-teman yang ingin melakukan aksi 21 kemudian mau dialog dengan kami Pemprov, mari kita berdiskusi secara intelektual. Jangan secara perasaan, tapi gunakan kemampuan intelektual untuk membangun Kaltim,” tegasnya.

Sembiring juga menyampaikan harapan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, agar aspirasi masyarakat tidak disalurkan melalui aksi demonstrasi jalanan, melainkan melalui forum komunikasi yang lebih terbuka.

“Bapak Gubernur sangat berharap itu bukan demo jalanan. Insyaallah kami siap menyalurkan, membuka keran-keran yang selama ini mungkin tersumbat,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Sembiring kembali menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus mengajak masyarakat menjadikan Hari Kartini sebagai momentum yang lebih positif.

“Kalaupun nanti ada kegiatan tanggal 21 April, lakukanlah dengan cara yang beradab. Kita orang Kaltim, kita punya budaya,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER