Ketika Pulang Tak Pernah Tiba: Kisah Surianti, Istri Korban Penikaman di Gunung Mangga

Foto: Surianti (pakaian merah muda), istri WP, korban penikaman di Gunung Mangga, Senin, 5 Januari 2026. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Air mata Surianti jatuh satu per satu. Di balik wajahnya yang lelah, ada duka yang belum selesai, dan harap cemas terhadap apa yang akan dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Ia adalah istri dari WP, korban penikaman yang meregang nyawa di Jalan Otto Iskandardinata, Gunung Mangga, Kecamatan Sambutan, Samarinda.

_Bagai manik putus talinya_, Surianti bercerita. Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin, 5 Januari 2026. Siang hari yang mestinya biasa, berubah menjadi hari paling gelap dalam hidupnya dan keluarga.

Di tengah keramaian jalan, WP tergeletak bersimbah darah akibat luka tusukan tepat di ulu hati.

Lebih menyayat, saat tubuhnya tak lagi berdaya, pelaku masih melayangkan tendangan bak sampah dijalanan.

Beberapa jam sebelum kejadian, tak ada firasat buruk. WP masih sempat mengantar istrinya dan sang anak ke tempat cukur rambut.

Rutinitas sederhana seorang kepala keluarga yang ingin melihat keluarganya rapi dan bahagia.

Baca Juga:   Anak yang Hanyut di Gorong-gorong saat Banjir Ditemukan Meninggal Dunia

“Dia sempat bawa kami potong rambut sama anaknya,” ucap Surianti lirih.

Usai mengantar mereka pulang, WP kembali keluar rumah untuk bekerja. Dari sanalah, ia tak pernah kembali.

Bagi Surianti, luka itu berlapis. Saat tragedi terjadi, ia tengah mengandung besar. Fokusnya kala itu bukan pada proses hukum, melainkan pada suaminya yang terbaring tak bernyawa.

“Waktu itu aku hamil besar. Jadi ndak fokus ke situ (melaporkan pelaku). Saya fokus ke almarhum,” tuturnya.

Alih-alih menyiapkan perlengkapan bayi dan menyambut kelahiran dengan sukacita, Surianti justru berdiri di depan pusara. Menatap tanah yang memeluk suaminya terlalu cepat.

“Ndak pernah dia bermasalah. Saya tanya teman kerjanya, bosnya, ndak pernah dia bermasalah,” isaknya.

Kini, di rumah kecil mereka, telah lahir penerusnya. Anak yang seharusnya bertumbuh kembang dipangku sang ayah.

Kelak, anak itu akan bertanya _ibu, dimana ayah?_. Surianti akui akan sulit menjawab pertanyaan itu.

Tapi ada satu hal yang membuat ia dapat menjelaskan dengan gamblang, yakni dengan Sang Suami telah mendapat keadilan.

Baca Juga:   Kebakaran di Loa Janan Ilir, 16 Bangunan Ludes Terbakar

Surianti tak menuntut apa pun selain keadilan. Ia berharap hukum ditegakkan setegak-tegaknya, agar luka di dadanya tak semakin menganga saat ia harus membesarkan anak-anaknya seorang diri.

“Harapan kami, pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya dan keadilan benar-benar ditegakkan untuk korban,” ujarnya lirih.

Di tengah duka yang belum kering, doa itu terus ia jaga. Agar keadilan tak sekadar menjadi kata, melainkan hadir nyata bagi mereka yang ditinggalkan.

Seiring dipanjatkannya doa, Surianti terus berusaha mencari kejelasan hukum. Melalui Kuasa hukum, Kadek Indra, dan dirinya menyambangi Polresta Samarinda untuk menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.

“Hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Kedatangan kami ke Polresta Samarinda untuk menanyakan sejauh mana perkembangan penanganan perkara ini,” ujar Kadek Indra.

Ia mengungkapkan, sejauh ini polisi baru menetapkan satu orang tersangka. Namun, berdasarkan keterangan tersangka yang telah diamankan, terdapat potensi keterlibatan pihak lain dalam aksi penikaman tersebut.

“Yang pasti, tersangka yang sudah diamankan telah menyebutkan adanya keterlibatan pihak lain dalam BAP,” katanya.

Baca Juga:   Remaja Tewas Tabrak Mobil Parkir di Jl. Dewi Sartika

Keyakinan itu juga diperkuat oleh sejumlah informasi yang diperoleh keluarga korban, termasuk rekaman video yang beredar. Dalam video tersebut, terlihat bahwa pelaku diduga tidak hanya satu orang.

“Kalau dilihat dari video, jelas terlihat bahwa pelaku tidak hanya satu orang. Namun demikian, kami sepenuhnya menyerahkan pengungkapan perkara ini kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

_Matahari tidak akan tertutup awan selamanya,_ Surianti berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER