KSOP Tutup Sementara Lalu Lintas Kapal di Kolong Jembatan Mahulu Usai Ditabrak Tongkang

SAMARINDA — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menutup sementara arus lalu lintas kapal di kolong Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) setelah sebuah tongkang menabrak pilar jembatan pada Minggu (25/1/2026) pagi.

Penutupan dilakukan menyusul instruksi Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur melalui surat Nomor: 500.11.18.2000T/DISHUB PELAYARAN-BLU/2026. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pelayaran sekaligus memberi ruang bagi pemeriksaan teknis terhadap struktur jembatan.

Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Abdul Rahman, mengatakan penghentian sementara aktivitas pelayaran diperlukan agar tim Dinas PUPR-Pera Kalimantan Timur dapat melakukan audit menyeluruh.

“Kegiatan pengecekan struktur Jembatan Mahulu akan dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, mulai pukul 07.30 hingga 17.00 Wita,” ungkap Abdul Rahman.

Selama pemeriksaan berlangsung, seluruh kapal terutama kapal tunda dan tongkang dilarang melintas di bawah jembatan. Sterilisasi area diberlakukan untuk mencegah gangguan terhadap proses pengukuran geometri yang sedang dilakukan tim ahli di lapangan.

“Kami mohon seluruh kapal yang akan melintas di area Jembatan Mahulu agar menahan diri sementara waktu. Keamanan petugas yang melakukan pemeriksaan di pilar jembatan dan keselamatan pelayaran adalah prioritas utama kami,” tegasnya.

Baca Juga:   Samarinda Terang 2024, Solusi Ruas Gelap Gulita Ibu Kota Kaltim

KSOP Kelas I Samarinda telah menyebarkan edaran kepada para nakhoda, operator kapal, dan perusahaan pelayaran di sepanjang Sungai Mahakam untuk segera menyesuaikan jadwal operasional.

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam imbauan tersebut antara lain:
1.⁠ ⁠Larangan Melintas: Sterilisasi area kolong jembatan selama 9,5 jam.
2.⁠ ⁠Peningkatan Kewaspadaan: Kapal yang mengantre di area tunggu diminta menjaga jarak aman.
3.⁠ ⁠Evaluasi Lanjutan: Jalur akan dibuka kembali setelah tim teknis PUPR-Pera memberikan rekomendasi keamanan pasca-pemeriksaan.

Insiden yang melibatkan TK Marine Power 3066 yang ditarik oleh TB Marine 1831 ini menjadi alarm keras bagi keselamatan infrastruktur vital di Kaltim. Pihak otoritas berharap kepatuhan penuh dari semua pihak agar proses investigasi kelaikan jembatan berjalan tanpa hambatan.

Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R

BERITA POPULER