Bankeu Kota Samarinda Turun Drastis, Jadi Daerah Yang Paling Besar Alami Penurunan Se-Kaltim

Foto: Wali Kota Samarinda Andi Harun usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2026. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke Kota Samarinda pada 2026 mengalami penurunan drastis. Meski tetap menjadi daerah yang paling besar menerima bankeu, Samarinda tetap menjadi daerah yang paling besar secara nominal yang mengalami penurunan penerimaan bankeu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyebut alokasi Bankeu yang diterima daerahnya bukan berasal dari kebijakan murni Pemprov Kaltim, melainkan hampir sepenuhnya bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Kaltim.

“Bankeu yang masuk ke Samarinda itu salah satu yang terbesar, tapi perlu saya sampaikan, hampir 100 persen berasal dari pokir anggota DPRD Provinsi,” kata Andi Harun, Rabu (21/1/2026) malam, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2026.

Pada 2026, Samarinda hanya menerima Bankeu sebesar Rp311,66 miliar, turun Rp264,13 miliar dibandingkan 2025 yang mencapai Rp575,79 miliar. Penurunan itu menjadi yang terbesar secara nominal di antara sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim.

Baca Juga:   Belum Terkoneksi Sepenuhnya, DPRD Dorong Pemkot Samarinda Genjot Pembangunan Drainase

“Informasi yang kami terima dari TAPD kita yang terbesar, nah kita tidak dapatkan bankeu yang murni dari pemerintah provinsi,” kata Andi Harun.

Ia menegaskan, Samarinda tidak memperoleh Bankeu yang bersifat murni dialokasikan oleh pemerintah provinsi. Meski demikian, Andi Harun mengaku memahami kondisi tersebut seiring penurunan signifikan APBD Kaltim.

“Enggak apa-apa, kita enggak dikasih, sabar saja. APBD provinsi juga turun, mereka juga mengalami syok fiskal,” ujarnya.

Berdasarkan data, total Bankeu yang digelontorkan Pemprov Kaltim pada 2025 mencapai Rp1,90 triliun. Angka itu turun drastis pada 2026 menjadi Rp1,13 triliun atau berkurang sekitar Rp778 miliar.

Dalam situasi tersebut, Andi Harun justru menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Kaltim yang menempatkan pokirnya di Samarinda. Menurut dia, dana tersebut menopang belanja infrastruktur publik dan pelayanan masyarakat.

“Karena itu saya ingin ucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Provinsi yang menaruh pokirnya di Kota Samarinda, membantu masyarakat dalam kegiatan belanja infrastruktur publik” ucapnya.

“Kami harus apresiasi dan ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya (anggota DPRD Kaltim),” tambahnya.

Baca Juga:   Banjir dan Longsor Landa Samarinda, Empat Orang Diduga Tertimbun di Lempake

Terlepas dari penurunan nominal Bankeu di tahun ini, Andi Harun berharap Pemprov Kaltim dapat mengalokasikan Bankeu yang murni dari pihak pemerintah untuk diberikan pada tahun depan.

“Mudah-mudahan pada tahun yang akan datang pemerintah provinsi juga bisa mengalokasikan. Untuk tahun ini kita harus bisa memaklumi,” tutup Andi Harun.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER