250 Personel dan 25 Motor Dikerahkan, Satpol PP Samarinda Perketat Pengamanan Malam Tahun Baru

Foto: Teras Samarinda-salah satu titik fokus pengamanan Satpol PP Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menyiapkan pengamanan intensif menjelang dan saat malam pergantian Tahun Baru dengan mengerahkan ratusan personel serta armada patroli mobile.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan pengamanan malam Tahun Baru merupakan agenda rutin tahunan untuk mengantisipasi potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).

“Satpol PP siap karena memang ini sudah menjadi agenda rutin, terutama untuk mengantisipasi potensi gangguan trantibum, khususnya di malam Tahun Baru,” katanya.

Sebanyak 250 personel disiagakan dan disebar melalui Bantuan Kendali Operasional (BKO) di 10 kecamatan di Kota Samarinda.

Pengamanan tidak hanya terfokus di kawasan Teras Samarinda sebagai pusat perayaan, tetapi juga menyasar sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.

Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Lambung, Jalan Muso Salim, kawasan Mahkota, serta wilayah perbatasan Sambutan dan Palaran yang kerap menjadi titik keramaian saat malam Tahun Baru.

Baca Juga:   KKN UPGRIS Dorong UMKM Go Digital melalui Pelatihan Online Pemanfaatan AI

“Kami prioritaskan personel di titik-titik tersebut. Kami juga melakukan penyisiran bersama TNI dan Polri,” jelas Anis.

Untuk mendukung patroli mobile, Satpol PP menyiapkan 25 unit sepeda motor yang akan digunakan dalam penyisiran wilayah. Patroli akan dilakukan setelah rangkaian kegiatan Wali Kota Samarinda bersama Forkopimda di Teras Samarinda selesai, bersamaan dengan pelaksanaan car free night oleh Polresta Samarinda.

Selain pengamanan ruang publik, Satpol PP juga akan melakukan monitoring terhadap tempat hiburan malam. Mulai pukul 00.00 Wita, patroli keliling akan dilakukan guna memastikan situasi pascaperayaan tetap kondusif.

Anis mengimbau masyarakat agar merayakan malam Tahun Baru dengan tertib dan tidak berlebihan, mengingat kondisi kebencanaan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Tahun Baru boleh dirayakan, tapi jangan terlalu euforia,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER