Unik! Warung Berjalan Ditengah Aksi Demo Supir Truk di Samarinda

SAMARINDA – Unik. Di tengah suasana protes yang memanas, sebuah pemandangan menarik perhatian publik. Satu unit truk kuning berpayung merah besar disulap menjadi warung berjalan oleh Fatimatus beserta anggota keluarganya dan menjadi peserta aksi yang datang dari luar kota.

“Jauh ini Om, dari Tenggarong Seberang L1 ke sini,” ungkap Fatimatus, Senin (24/8/2026).

Di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, bak truk terbuka tersebut menjajakan beragam jajanan pasar serta minuman dingin untuk menyegarkan para pengemudi yang berkonvoi.

“Ini jual es teh, es jeruk, pentol, onde-onde, sama kucur,” terangnya sambil melayani pesanan.

Fatimatus menuturkan bahwa dagangannya sudah mulai beroperasi sejak pagi hari saat rombongan berkumpul di titik awal.

“Sudah, tadi kita dari jam 7 di Ring Road 3,” tuturnya.

Keberadaan warung di atas bak truk ini pun langsung menjadi penyelamat dahaga bagi peserta aksi lainnya.

“Kita ini jualan, ikut demo sambil meramaikan,” kata Fatimatus sembari tertawa ramah.

Ia mengaku sengaja menyiapkan dagangan minuman dingin karena memahami situasi demonstrasi yang menguras tenaga.

Baca Juga:   Penertiban di Tepian Mahakam, Butuh Komunikasi Pemkot dengan PKL

“Takut mereka haus kan, Om,” tambahnya.

Lapak berjalan ini laris manis diserbu para rekan seprofesi di sepanjang rute perjalanan.

“Alhamdulillah ramai, sepanjang jalan dari tadi,” ujarnya senang.

Karena posisi jualannya berada di atas kendaraan bak tinggi, mayoritas pembeli adalah sesama sopir truk yang ikut berbaris.

“Sopir-sopir truk begini yang beli,” tutur Fatimatus.

Ia menceritakan bahwa masyarakat umum di pinggir jalan awalnya tidak menyangka truk tersebut menjual makanan dan minuman.

“Orang di bawah (di jalanan) ndak mungkin beli, dikira ndak jualan,” jelasnya lagi.

Meski memanfaatkan momen konvoi untuk berdagang, Fatimatus menegaskan dirinya tetap solid menyuarakan aspirasi bersama para pengemudi truk.

“Semoga kita tidak sia-sialah panas-panasan di sini,” harapnya dengan sungguh-sungguh.

Ia menutup perbincangan dengan harapan agar pemerintah segera memberikan jalan keluar yang berkeadilan bagi seluruh pekerja transportasi darat di Samarinda.

“Semoga ada hasil, lancar perkaranya,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan armada truk memadati jalur protokol Kota Samarinda pada Senin (24/8/2026). Iring-iringan kendaraan bertonase besar ini menggelar aksi penolakan massal terhadap kebijakan baru Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda yang mulai berlaku 1 September 2026 mendatang.

Baca Juga:   Api Hanguskan 5 Bangunan di Jalan Slamet Riyadi

Aksi yang diinisiasi Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) ini menuntut pembatalan pemblokiran 5.095 unit Fuel Card bermasalah serta menolak kewajiban pengambilan nomor antrean subsidi secara manual di UPTD PKB Dishub Jalan Ring Road. Sekitar 500 truk dikerahkan menuju Kantor Wali Kota Samarinda.

Berdasarkan surat instruksi aksi bernomor 19/FGSS/VIII/2026 yang ditandatangani oleh Ketua FGSS Achmad Hasan dan Sekjend MH. Isnansyah, mobilisasi massa telah dimulai sejak pukul 07.30 Wita.

Massa berkumpul di titik utama Jalan Ir. H. Nusyirwan Ismail (Ring Road) sebelum bergerak bersama sekitar 500 unit armada truk menuju pusat pemerintahan di Kantor Wali Kota Samarinda.

Pewarta : Abdi
Editor : Nicha R

BERITA POPULER