RSUD AWS Siap Tambah Layanan, Gedung Pandurata Ditarget Beroperasi Pertengahan 2026

 Foto: Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mematangkan kesiapan operasional Gedung Pandurata di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan kesehatan rujukan daerah.

Meski pembangunan fisik gedung telah rampung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim saat ini masih memfokuskan proses pengadaan dan penyiapan peralatan kesehatan yang akan menjadi penunjang utama operasional gedung tersebut.

Gedung Pandurata sendiri dibangun secara bertahap sejak 2023. Pada tahap awal, Pemprov Kaltim mengucurkan anggaran sekitar Rp110 miliar dari APBD untuk pembangunan struktur utama dan pondasi.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan tambahan anggaran Rp140 miliar guna menyelesaikan dinding serta berbagai instalasi pendukung bangunan.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan setelah penyelesaian fisik oleh Dinas PUPR-PERA, gedung kini masih berada dalam masa pemeliharaan sembari dilakukan persiapan pengisian alat kesehatan.

“Pengadaan alat kesehatan mulai kita lakukan sejak Januari. Ditargetkan pada Maret seluruh peralatan utama sudah tersedia,” ujar Jaya, Jumat (2/1/2025).

Baca Juga:   Pencairan Dana Parpol Kaltim 2025 Ditunda,Tunggu Hasil Audit BPK

Menurutnya, setelah proses pengadaan rampung, tahapan berikutnya adalah pemasangan dan penyesuaian alat kesehatan agar sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Gedung Pandurata diperkirakan mulai melayani pasien pada Mei atau Juni 2026.

“Bangunan sudah selesai, sekarang kita lakukan perawatan untuk memastikan tidak ada kekurangan. Di sisi lain, pengadaan alat kesehatan juga berjalan karena prosesnya memang tidak bisa instan,” jelasnya.

Untuk memastikan gedung baru tersebut dapat beroperasi optimal, Dinkes Kaltim telah menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026.

Anggaran itu akan difokuskan pada pengadaan berbagai peralatan medis, termasuk fasilitas pendukung seperti tempat tidur pasien.

Jaya menegaskan, Gedung Pandurata baru akan difungsikan sepenuhnya setelah seluruh alat kesehatan terpasang dan siap digunakan, sehingga layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal sejak hari pertama operasional.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER