Foto: Ilustrasi Murid Sekolah’ Dasar.
SAMARINDA – Pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih memerlukan pembenahan dari berbagai aspek, seperti sistem, sumbar daya manusia, dan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Terlebih, kawasan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Jelang pelantikan Rudy Mas’ud dan Seno Aji,
masyarakat berharap besar untuk pemerintah baru bisa merealisasikan janji kampanye, khususnya program GratisPol pendidik jenjang SMA hingga S3.
Menanggapi hal itu, Kris Suhariyatno, Praktisi Pendidikan Kaltim menyatakan dukungannya terhadap program pendidikan gratis. Tetapi, ia mengingatkan untuk membangun dan memperbaiki fasilitas pendidikan, terutama di daerah 3T.
“Tentu (fasilitas) ini juga harus menjadi perhatian dan dipenuhi secara bertahap,” ujar Kris Suhariyatno.
Menurutnya, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Dukungan dari daerah dan pemerintah pusat sangat berperan penting, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Meski begitu, ia ingin pemerintahan baru membebaskan biaya pendidikan menjadi langkah pertama yang akan dilaksanakan dalam program pendidikan.
“Sebagai masyarakat, kita berharap anggaran yang ada digunakan sesuai regulasi dan skala prioritas,” katanya.
Ia menambahkan, kewenangan sumber pendanaan merupakan wilayah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD.
“Program ini sesuai dengan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menggratiskan hingga S3 juga melampaui program nasional,” tutupnya.
Pendidikan gratis bukan sekedar janji politik semata, tetapi merupakan kebijakan yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, wajar masyarakat berharap besar kepada Rudy Mas’ud dan Seno Aji sebagai pemangku kepentingan untuk dapat mewujudkan masyarakat Kaltim yang cerdas dan berdaya saing.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky