Pasar Pagi Samarinda Belum Hidup, DPRD Soroti Konsep dan Pola Belanja Masyarakat

Foto: Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Hadi Winata/Radar Samarinda)

SAMARINDA — Aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Samarinda hingga kini dinilai belum menunjukkan geliat yang diharapkan. Di tengah bangunan pasar yang telah tampil dengan wajah baru, persoalan utama justru berada pada rendahnya kunjungan masyarakat dan belum optimalnya aktivitas jual beli.

Sejumlah kios juga masih belum terisi. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda karena keberadaan pasar seharusnya mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan persoalan Pasar Pagi tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengajak masyarakat kembali berbelanja di lokasi tersebut.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan alasan yang kuat untuk mendatangi sebuah pusat perdagangan. Karena itu, yang perlu dicari saat ini adalah daya tarik yang mampu membuat Pasar Pagi kembali menjadi tujuan masyarakat.

“Kalau untuk orang datang itu tentunya seseorang datang ke suatu tempat pasti harus ada daya tarik. Nah yang harus kita pikir,” ujarnya, Jum’at (21/8/2026).

Baca Juga:   Bapemperda Samarinda Temukan Irisan Aturan dalam Raperda Pemanfaatan Jalan

Bagi DPRD, persoalannya bukan sekadar bagaimana mengajak masyarakat datang berbelanja, melainkan bagaimana menciptakan alasan yang membuat masyarakat memang ingin datang.

“Kalau tidak ada tujuan dan ada sesuatu yang menarik kita untuk datang, nah itu yang harus kita pikirkan,” ujarnya.

DPRD, lanjutnya tidak ingin perubahan konsep justru melahirkan persoalan baru bagi pedagang.

Karena itu, suara pedagang harus menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Selain pedagang, DPRD juga ingin melibatkan akademisi, praktisi, komunitas dan penggiat ekonomi kreatif.

“Jangan sampai lagi kita ingin rebranding atau kita ingin merubah sesuatu menjadi masalah baru lagi. Kalau tadi sudah kita lihat dari perspektif pedagang, terus dari Pemkot dan dari Dewan, semuanya harus dilibatkan,” tutupnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER