Efisiensi Anggaran Jadi Biang Tak Tercapainya Sejumlah Target Kinerja Pemkot Samarinda

Foto: Ilustrasi Efisiensi Anggaran (Istimewa)

SAMARINDA – Kebijakan efisiensi dan rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat menjadi faktor utama tidak tercapainya sejumlah target kinerja Pemerintah Kota Samarinda.

Hal tersebut terungkap dalam proses sinkronisasi capaian kinerja perangkat daerah yang dilakukan Pemkot Samarinda selama tiga hari terakhir.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Bapperida Samarinda, Iman Gunadi, mengatakan bahwa banyak target yang sebelumnya ditetapkan dalam RKPD murni harus terdampak langsung oleh pemangkasan anggaran di tengah tahun berjalan.

“RKPD murni sudah ditetapkan, tapi di tengah jalan ada efisiensi anggaran dari pusat. Dampaknya, beberapa target yang sudah direncanakan tidak bisa tercapai maksimal,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemangkasan anggaran tersebut tidak hanya memengaruhi capaian program, tetapi juga berdampak pada pemanfaatan hasil pembangunan fisik.

Sejumlah fasilitas yang telah selesai dibangun belum bisa dioperasionalkan karena keterbatasan anggaran operasional.

Salah satu contohnya adalah pembangunan pasar buah di kawasan Jalan Merdeka Samarinda. Meski bangunan telah rampung, fasilitas tersebut belum dapat difungsikan secara optimal.

Baca Juga:   Banyak Anak di Tak Pakai Helm, Hari Pertama Operasi Zebra di Samarinda

“Bangunannya sudah jadi, tapi belum bisa dioperasionalkan karena anggarannya terpangkas. Ini juga terjadi di beberapa sektor lain, termasuk kegiatan event yang terpaksa dibatalkan,” ungkap Iman.

Di sisi lain, Iman mengapresiasi sejumlah OPD yang justru mampu memenuhi bahkan melampaui target kinerja, seperti sektor perizinan, perdagangan, ketenagakerjaan, serta kepemudaan dan olahraga.

OPD tersebut dinilai tertib dalam pelaporan per triwulan dan memiliki kualitas data yang baik.

“Beberapa OPD kategorinya bagus, melampaui target. Tapi perlu jadi perhatian juga, jika diatas 100 persen ini bisa menjadi anomali data,” terangnya.

Ia mencontohkan pada sektor ketenagakerjaan, capaian pencari kerja melampaui target karena adanya tambahan kegiatan job fair yang didukung pendanaan non-APBD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Melalui sinkronisasi ini, Pemkot Samarinda berharap perencanaan ke depan dapat lebih adaptif terhadap dinamika kebijakan anggaran, sekaligus mendorong perangkat daerah lebih realistis dalam menetapkan target kinerja.

“Sinkronisasi ini penting kami lakukan, menakar kinerja OPD antara terget kerja dan realisasi dalam pengelolaan anggarannya,” tutupnya.

Baca Juga:   Disnakertrans Kaltim Dinilai Lamban, Karyawan RSHD Gandeng Abdul Giaz Dorong Percepatan Polemik Upah Pekerja

Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky

BERITA POPULER