Foto: Wagub Kaltim, Seno Aji saat ditemui selepas berkantor. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mencatat penurunan signifikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada 2025. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut, SILPA tahun lalu berada di kisaran Rp 680 miliar, angka terendah sepanjang sejarah pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Seno, penyusutan SILPA mencerminkan membaiknya kinerja pemerintah dalam mengeksekusi anggaran. Pada tahun-tahun sebelumnya, SILPA Kaltim sempat berada di rentang Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun.
“Sekarang sudah di bawah Rp 1 triliun. Artinya, kinerja pemerintah berjalan dengan baik,” kata Seno Aji di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, (19/1/2025).
Seno menjelaskan, keberadaan SILPA tidak sepenuhnya bisa dihindari. Salah satu penyebabnya berasal dari selisih anggaran dalam proses lelang proyek pemerintah.
“Misalnya, pagu kita Rp 2 miliar, tapi hasil lelang hanya Rp 1,9 miliar. Sisa anggaran itu otomatis masuk SILPA,” terangnya.
Untuk menekan potensi SILPA pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Kaltim memilih mempercepat proses lelang.
Seno Aji mengatakan, kebijakan ini tidak bersifat sektoral, melainkan diterapkan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh program berjalan sejak awal tahun.
“Kami sudah rapat dengan Biro Administrasi dan Pembangunan supaya lelang bisa dimulai sejak Januari ini,” kata Seno.
Ia menegaskan, percepatan lelang dilakukan agar pelaksanaan program tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Selain itu, pemerintah ingin memiliki gambaran lebih awal terkait potensi sisa anggaran.
Menurut Seno, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud secara rutin menggelar rapat evaluasi mingguan untuk memantau progres program dan realisasi anggaran. Dari evaluasi tersebut, pemerintah menargetkan sudah bisa memproyeksikan besaran SILPA pada pertengahan semester.
“Pak Gubernur selalu menekankan briefing setiap minggu untuk melihat proses dan progresnya. Kita ingin di pertengahan semester sudah terlihat gambaran berapa SILPA ke depan,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



