Foto: Pandurata, Gedung baru RSUD AWS, Samarinda. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Gedung Pandurata RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang dibangun sejak 2023 kini telah rampung dan memasuki masa pemeliharaan.
Bangunan baru ini diproyeksikan mulai melayani pasien pada Juni atau Juli 2026, sekaligus menjadi tulang punggung peningkatan layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas Direktur RSUD AWS, Nurliana Adriati Noor, menyebut gedung setinggi enam lantai tersebut dirancang sepenuhnya untuk pelayanan pasien dengan dukungan fasilitas medis modern dan teknologi terkini. Secara fisik, mayoritas ruangan telah selesai dibangun dan siap difungsikan.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum gedung benar-benar beroperasi optimal, terutama terkait aksesibilitas dan penyempurnaan fasilitas penunjang.
“Bangunannya sudah selesai, tapi masih ada beberapa aspek yang perlu dioptimalkan, terutama akses menuju gedung Pandurata dari bangunan lama serta penataan area terbuka. Itu akan dituntaskan dalam masa pemeliharaan,” kata Nurliana.
Selain persoalan akses, tantangan besar lainnya adalah pemenuhan alat kesehatan (alkes) untuk mendukung 24 klasifikasi layanan medis yang akan ditempatkan di Gedung Pandurata.
RSUD AWS memperkirakan kebutuhan anggaran total mencapai Rp200 miliar agar layanan dapat berjalan sesuai standar.
“Saat ini sekitar Rp150 miliar sudah tersedia melalui Dinas Kesehatan untuk operasional Pandurata dan penunjang layanan. Sisanya masih perlu dipenuhi agar seluruh layanan bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, manajemen rumah sakit tidak sepenuhnya memulai dari nol. Sejumlah alkes dari gedung lama yang masih dalam kondisi sangat baik akan tetap dimanfaatkan, seperti tempat tidur dan lemari pasien.
“Sebagian besar tempat tidur kami sudah menggunakan model yang cukup canggih dan masih sangat layak. Itu akan kita tempatkan di Gedung Pandurata,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Kalimantan Timur, RSUD AWS menargetkan Gedung Pandurata mampu menopang standar layanan paripurna.
Target ini sejalan dengan kebijakan baru Kementerian Kesehatan yang mengubah sistem kelas layanan rumah sakit menjadi berbasis kompetensi: Dasar, Madya, dan Paripurna.
Dengan rampungnya bangunan fisik, kini fokus RSUD AWS bergeser pada kesiapan layanan, pemenuhan anggaran, dan penyempurnaan akses.
“Untuk kekurangan sebesar Rp50 miliar, kami berharap bisa terpenuhi dalam 2 sampai 3 tahun kedepan, sehingga RSUD ini bisa paripurna,” tutupnya.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



