Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Hadi Winata/Radar Samarinda)
SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda akan menerapkan pengendalian ketat terhadap aktivitas masyarakat saat malam pergantian Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta mencegah potensi gangguan keselamatan akibat lonjakan keramaian.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pengamanan malam tahun baru akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.
Pengawasan akan difokuskan pada titik-titik yang selama ini kerap dipadati warga dan berpotensi menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan.
“Kita akan meningkatkan pengamanan di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi pusat keramaian, termasuk di area Lambung Mangkurat dan jembatan-jembatan,” kata Andi Harun, Senin (15/12/2025).
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian khusus antara lain Jembatan Ahmad Amin, Jembatan Mahakam, serta kawasan Lambung Mangkurat. Di area tersebut, aparat akan melakukan pengawalan dan pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah terjadinya kepadatan berlebihan.
Selain pengamanan lokasi, Pemkot juga memberlakukan pembatasan waktu kegiatan masyarakat pada malam pergantian tahun. Seluruh aktivitas di ruang publik diwajibkan berakhir paling lambat pukul 01.00 Wita, sebagaimana kebijakan yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pembatasan ini bukan untuk melarang masyarakat merayakan, tetapi untuk menghindari hal-hal yang berpotensi merugikan keselamatan warga,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun kembali menegaskan larangan terhadap kegiatan berisiko tinggi, termasuk penggunaan kembang api yang tidak memiliki izin resmi. Seluruh aktivitas semacam itu akan dianggap ilegal dan dapat ditindak oleh aparat.
“Semua kegiatan yang berpotensi membahayakan, termasuk kembang api tanpa izin, tidak diperbolehkan. Aparat harus tahu lokasi dan bentuk kegiatannya agar pengamanan bisa dilakukan,” tegasnya.
Pemkot Samarinda berharap dengan pengaturan ini, perayaan malam tahun baru dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



